indoglobenews.com - Portal Berita Indonesia
indoglobenews

Indoglobenews.com | Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentunya senantiasa berpegang teguh kepada nilai-nilai yang terkadung dalam palsafah negara. UUD 1945 serta Pancasila yang merupakan dasar negara pada dasarnya sudah menggariskan bahwa dengan keberagaman harus terciptanya semangat persatuan dan kesatuan. Semangat persatuan dan kesatuan tercermin dalam berbagai perilaku kita dalam lingkungan kita sehar-hari.

Saatnya kita melakukan introspeksi diri terlebih apabila kita diberikan amanah untuk mengelola Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik pada tingkat pusat sampai tingkat paling bawah (Desa/Kelurahan) adalah sesuatu yang tak terbantahkan untuk menjungjung tinggi UUD 1945 dan Pancasila sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas negara termasuk keberpihakan kita terhadap ekonomi rakyat.

Berkaitan dengan Ekonomi rakyat, banyak sekali kebijakan pemerintah yang telah dilakukan dengan tujuan pemberdayaan. Program kerja yang telah dilaksanakan melalui kebijakan menteri maupun kebijakan pemerintah banyak yang berhasil, akan tetapi juga banyak yang hanya bertahan seumur jangung.

Sistem Ekonomi di Indonesia dengan mempertimbangkan keberagaman, dasar negara, nilai-nilai budaya Indonesia dan semangat gotong royong (kerjasama) yang cenderung semakin hari semakin terkikis oleh prinsif-prinsif kapitalisme. Satu sisi kapitalisme memang memiliki dampak positif bagi pertumbuhan persaingan khususnya persaingan dalam dunia usaha, akan tetapi ada dampak secara psikologis yaitu karakter individu menjadi terbawa suasana semangat tersebut sehingga semangat gotong royong mulai dilupakan.

Indonesia sebagai salah satu negara paling demokratis apakah hanya sebagai sebuah selogan saja? Jika memang terbukti negara paling demokratis maka bagaimana dengan sistem ekonomi yang dijalankan di masa sekarang? Apakah lebih kepada prinsif demokrasi atau lebih condong kepada sistem kapitaslis?. Penulis serahkan jawabannya kepada para pembaca untuk memberikan pendapat masing-masing.

Koperasi sebagai wagah badan usaha yang penulis kira memiliki semangat kerjasama/gotong royong dan sesuai dengan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia, hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 33 (Perubahan ke-4 / Sidang Tahunan MPR Tahun 2002): “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”.

Selanjutnya dalam UU No. 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian dijeaskan pula “Bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju,adil dan makmur berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

Dengan ciri perekonomian yang dijelaskan dalam UUD 1945 tersebut maka Koperasi memiliki ciri-ciri tersebut, dimana ciri-ciri koperasi adalah sebagai berikut:

Koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 yang berdasarkan asas kekeluargaan (Pasal 2 UU No. 25 Tahun 1992)

Kebijakan koperasi dilputuskan dalam Rapat Anggota (cerminan demokrasi dan semangat kebersamaan)

Keuntungan koperasi dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) diberikan bagian untuk anggota berdasakan banyaknya kontribusi dalam menyimpan modal dalam bentuk simpanan pokok dan simpanan wajib serta penggunaan jasa koperasi (cerminan efisiensi dan berkeadilan)

Adanya kewajiban melaksanakan Rapat Anggota Tahunan sebagai wadah pertanggungjawaban serta evaluasi kinerja koperasi yang dilaksanakan minimal 1 tahun sekali (cerminan semangat berkelanjutan) 

Koperasi dibentuk berdasarkan karakteristik anggota koperasi sehingga berbagai penamaan koperasi disesuaikan dengan keberadaan dan kebutuhan koperasi itu dibentuk, seperti Koperasi Karyawan, Koperasi Siswa dan sebagainya (cerminan berwawasan lingkungan)

Modal koperasi bersumber dari anggota koperasi dalam bentuk simpanan pokok dan simpanan wajib serta jenis simpanan lain sesuai dengan kebijakan masing-masing koperasi (cerminan semangat kemandirian)

Permasalahan koperasi saat ini sangat kompleks jika penulis kategorikan aka beberapa permasalahan dalam koperasi adalah sebagai berikut:

Kebijakan pemerintah yang belum berdampak maksimal terhadap kemajuan koperasi

Manajemen koperasi tidak dikelola secara professional, sehingga kurang mampu bersaing dalam sistem ekonomi pasar

SDM yang dipaksakan untuk menjadi pengurus koperasi, sehingga kompetensi yang dibutuhkan dalam mengembangkan koperasi seakan terhambat

Metode yang digunakan koperasi dalam menjalankan usaha kebanyakan belum beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Permasalahan anggota yang memilih menggunakan jasa di luar koperasi dikarenakan beberapa motivasi anggota, yang disebabkan koperasi tidak mampu bersaing dalam sistem ekonomi pasar tersebut

Pada artikel ini bagimana penulis sebagai warga negara Indonesia merasa tergugah dengan tema “Kerja Bersama” yang kemudian kerja bersama tersebut dilihat dari perspektif sistem ekonomi di Indonesia dilihat secara mikro.(EJ)



PENGUSAHA MUDA ASAL SUKABUMI TEDI SETIADI SUKSES MEMBANGUN PASAR PARUNGKUDA TEPAT WAKTU
Sukabumi indoglobe news, pasar parungkuda yang dulu nya becek dan kumuh dan tidak teratur kini...
Ketua Komisi XI DPR RI, Proses Redenominasi Sosialisasikan Dulu Biar Masyarakat Paham
Jakarta,Indoglobenews.com | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyatakan akan mengajukan...