
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Ratusan penonton padati Stadion Taruna Sragen saat laga semifinal Liga Desa Kabupaten Sragen 2025 berlangsung sengit pada Rabu 17–18 Desember 2025. Pertandingan perdana berlangsung pada Rabu (17/12/2025) pukul 15.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang menandai kick off melalui tendangan bola pertama.
Laga semifinal mempertemukan Kesebelasan Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, perwakilan Eks-Kawedanan Gondang, melawan Kesebelasan Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, wakil Eks-Kawedanan Sragen. Dipimpin wasit Habib Mardian, pertandingan berlangsung ketat dan berimbang sejak babak pertama, dengan kedua tim saling melancarkan serangan.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin meningkat. Hingga akhirnya, Desa Pengkok berhasil memastikan kemenangan melalui tendangan penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Dwi Noto, pemain bernomor punggung 16. Gol penentu tersebut disambut sorak sorai meriah dari para pendukung dan ratusan warga yang memadati Stadion Taruna Sragen.
Ajang Liga Desa Sragen 2025 tidak hanya menjadi hiburan olahraga bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan antarwarga desa. Kehadiran para pendamping desa serta antusiasme masyarakat yang memberikan dukungan langsung di lapangan semakin menambah semarak pertandingan.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Sragen, Pudjiatmoko, menjelaskan bahwa Liga Desa merupakan bagian dari proses seleksi internal Kabupaten Sragen dalam rangka mengikuti Liga Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar di Kabupaten Boyolali.
“Untuk menentukan perwakilan Kabupaten Sragen, seleksi dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kawedanan, sebelum masuk ke tingkat kabupaten,” jelasnya.
Pudjiatmoko menerangkan, seleksi antar desa dilaksanakan oleh masing-masing kecamatan. Selanjutnya, pemenang atau perwakilan kecamatan diseleksi di tingkat kawedanan yang dilaksanakan oleh camat di wilayah kawedanan masing-masing.
Pada tingkat kabupaten, Liga Desa mempertemukan empat tim kesebelasan desa perwakilan dari empat eks-kawedanan, yakni Eks-Kawedanan Sragen, Eks-Kawedanan Gemolong, Eks-Kawedanan Gondang, dan Eks-Kawedanan Tangen.
Pelaksanaan seleksi Liga Desa tingkat kabupaten digelar di lapangan desa yang ditunjuk. Peserta merupakan tim kesebelasan desa yang dibentuk oleh pemerintah desa, dengan personel berasal dari perangkat desa dan/atau warga masyarakat setempat.

“Desa penyelenggara diberi keleluasaan untuk menyiapkan kebutuhan pelaksanaan, namun dilarang memungut biaya apa pun kepada tim kesebelasan yang bertanding,” tegasnya.
Sistem pertandingan Liga Desa tingkat kecamatan dan kawedanan menggunakan sistem gugur, sedangkan pada tingkat kabupaten menggunakan sistem setengah kompetisi. Tim yang keluar sebagai juara pertama berhak mewakili Kabupaten Sragen pada seleksi Liga Desa tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Sragen juga membentuk panitia pelaksana Liga Desa sekaligus menyiapkan program pemusatan latihan bagi tim terpilih sebelum berlaga di tingkat provinsi.
Diketahui, penyelenggara Liga Desa secara nasional telah menetapkan bahwa puncak peringatan Hari Desa Tahun 2025 akan dilaksanakan di Kabupaten Boyolali. Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan desa maju dan mandiri melalui olahraga dan pemberdayaan masyarakat.
Liga Desa 2025 pun menjadi simbol pembangunan berbasis komunitas, bahwa desa tidak hanya menjadi pusat produksi dan budaya, tetapi juga ruang lahirnya sportivitas, solidaritas, dan prestasi bangsa dari akar rumput.(WHO)
