
SEMARANG INDOGLOBENEWS.COM — Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. TP PKK Kabupaten Sragen berhasil meraih Juara 3 pada final lomba desain busana berbahan kain perca, yang digelar Jumat (19/12/2025) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Lomba tersebut mengusung tema besar Javanese Opulence dengan model desain busana The Land of Javanese Women, sebagai wujud penguatan nilai budaya Jawa yang dipadukan dengan konsep sustainable fashion. Ajang ini diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jawa Tengah.
Dari sekitar 28 daerah peserta, proses seleksi dilakukan secara ketat hingga terpilih 10 besar finalis, kemudian mengerucut menjadi 6 besar yang menampilkan karya terbaik dalam peragaan busana tingkat provinsi.
Karya busana TP PKK Kabupaten Sragen dirancang oleh Ny. Zubaidah, Anggota Pokja 3 TP PKK Kabupaten Sragen sekaligus peserta fashion designer. Busana tersebut dibuat dari sisa kain perca batik tulis canting khas Sragen dengan teknik patchwork, sebagai implementasi konsep sustainable fashion.
Seluruh hasil karya Ny. Zubaidah tersebut diperagakan oleh Ny. Anna Hargiyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja 4 TP PKK Kabupaten Sragen, dalam peragaan busana di panggung final lomba.
“Semua batik yang digunakan adalah batik tulis canting khas Sragen, dengan motif-motif dari berbagai wilayah seperti Kecamatan Plupuh, Masaran, dan daerah lainnya,” ujar Ny. Zubaidah.
Proses pengerjaan desain dimulai sejak pengumuman lomba pada 28 November 2025 dan diselesaikan pada 15 Desember 2025, dengan waktu pengerjaan sekitar dua minggu. Pemilihan warna busana terinspirasi dari warna tanaman dan kekayaan alam Kabupaten Sragen, yang dipadukan dengan warna dasar coklat muda bernuansa coffee latte.
“Warna coklat muda ini terinspirasi dari kopi latte, menggambarkan sisi kekinian dan karakter generasi milenial yang gemar berkumpul, berdiskusi, serta membangun interaksi positif,” jelasnya.
Detail visual pada bagian depan dan belakang busana mengandung nilai humanis dan sinergi, yang merepresentasikan keterpaduan antara unsur pemerintahan, agama, budaya, serta hasil alam. Filosofi tersebut selaras dengan konsep The Land of Javanese Women, yang memaknai perempuan Jawa sebagai sosok anggun, kuat, berdaya, dan mampu menyatukan berbagai unsur kehidupan.
Penggunaan kain perca menjadi ketentuan utama dalam lomba ini sebagai implementasi konsep sustainable fashion, yakni memanfaatkan bahan sisa yang dianggap tidak bernilai guna agar dapat difungsikan kembali secara kreatif dan ramah lingkungan.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, yang turut hadir menyaksikan langsung final lomba bersama Ketua Pokja 3 TP PKK Kabupaten Sragen, Ny. Umi Yulianto. Kehadiran jajaran TP PKK ini menjadi bentuk dukungan sekaligus kebanggaan atas kreativitas kader PKK dalam mengangkat budaya lokal serta mendukung pelestarian lingkungan melalui inovasi di bidang fashion.( WHO)
