
Sukabumi, Indoglobe news.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, H. Deni Gunawan melaksanakan kegiatan reses pertama tahun 2026 yang digelar di tempat Kediamannya, Kp. Kebon Cau Desa Babakan Pari Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Kamis (05/02/2026).
Deni Gunawan mengatakan kepada Wartawan, Pada pelaksanaan reses kali ini, jumlah titik kunjungan disesuaikan menjadi tiga lokasi dari sebelumnya enam titik. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini tengah diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
“Reses ini bukan hanya menyerap aspirasi, tetapi juga menyampaikan informasi kepada masyarakat agar memahami kondisi keuangan daerah saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Sukabumi mengalami efisiensi anggaran sekitar Rp720 miliar yang bersumber dari komponen Transfer ke Daerah (TKD). Dampak kebijakan tersebut turut dirasakan hingga ke tingkat desa, termasuk adanya penyesuaian Alokasi Dana Desa (ADD) yang kini berada di kisaran Rp370 miliar lebih.
Menurut Deni Gunawan, kondisi tersebut menuntut pemerintah desa untuk bekerja lebih optimal dalam mengatur prioritas pembangunan agar pemerataan tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran. Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami situasi tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap pemerintah desa maupun DPRD.
Dalam dialog bersama konstituen, sejumlah aspirasi pembangunan tetap disampaikan, khususnya terkait infrastruktur jalan, jembatan penghubung antar desa, jalan lingkungan, hingga sektor pertanian dan dukungan bagi kelompok tani.
Ia menuturkan, berbagai usulan tersebut akan diperjuangkan melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.

“Yang sebelumnya kita rencanakan empat ruas jalan, mungkin sementara bisa direalisasikan dua ruas dulu. Yang penting pembangunan tetap berjalan,” jelasnya.
Selain itu, usulan pembangunan jembatan yang telah masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) juga akan kembali didorong pada tahap anggaran berikutnya. Saat ini, pemerintah daerah masih memprioritaskan peningkatan jalan kabupaten guna menjaga kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat.
Ia menambahkan, setiap desa memiliki kebutuhan berbeda sehingga penanganannya disesuaikan dengan kondisi geografis dan potensi wilayah masing-masing.
Melalui reses ini, ia berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara bertahap serta kondisi fiskal daerah dapat kembali stabil pada 2027 sehingga program pembangunan bisa berjalan lebih optimal.
(Y. Herdiansyah).
