
SUKABUMI, Indoglobe News — Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Nizam (13), bocah laki-laki yang meninggal dunia secara tragis di wilayah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Ibu kandung korban, Lisnawati (31), mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kematian putranya yang diduga akibat tindak penganiayaan.
Nizam, yang akrab disapa NS, mengembuskan napas terakhir di RSUD Jampangkulon pada Kamis sore (19/2/2026) dengan kondisi luka bakar di hampir sekujur tubuhnya. Dugaan sementara, korban mengalami kekerasan yang melibatkan ibu tirinya berinisial TR (47). Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak berwajib.
Melalui perwakilan keluarga, Rizki Rahmatullah (31), pihak ibu kandung menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan transparan dan adil.
“Kami, khususnya ibu kandung almarhum, hanya meminta keadilan atas peristiwa ini. Kami berharap kasus ini dapat dibuka secara terang-benderang karena masih banyak kejanggalan dari berbagai keterangan yang disampaikan,” ujar Rizki kepada awak media, Minggu (22/2/2026).
Semasa hidupnya, NS tercatat sebagai siswa kelas 1 di SMPIT Darul Ma’arif sekaligus santri di sebuah pondok pesantren di Kampung Cileungsir, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Secara administratif, ia merupakan warga Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Namun dalam kesehariannya, NS tinggal bersama ibu tirinya di Kampung Talagasari, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.
Lisnawati, yang saat ini berdomisili di Cianjur, tidak kuasa menahan kesedihan saat hendak dimintai keterangan oleh awak media. Wawancara kemudian diwakili oleh Rizki, yang merupakan saudara dari suami Lisnawati.
Menurut informasi yang dihimpun, Lisnawati menikah dengan ayah kandung NS sekitar tahun 2011–2012 dan berpisah saat NS masih berusia sekitar dua tahun. Setelah perceraian, NS sempat diasuh oleh ibunya hingga berusia tujuh tahun sebelum akhirnya dibawa oleh ayahnya ke wilayah Surade dengan janji akan membiayai pendidikan dan kebutuhan pesantrennya.
NS diketahui merupakan anak kedua dari Lisnawati. Dari pernikahan pertamanya, Lisnawati memiliki seorang anak perempuan. Sementara dari pernikahan keduanya dengan Anwar Satibi, ia dikaruniai tiga anak, dua perempuan dan satu laki-laki.
Kematian NS meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sekolah dan sesama santri. Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan transparan demi mengungkap kebenaran atas peristiwa tragis tersebut.
(Y. Herdiansyah)
