
Poto Baliho bergambar Yuni Sukowati dan Wibowo Sukowati sampaikan pesan ramadhan sejukan hati warga Sragen Jum’at 7/3/2026″————————–
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Suasana sore di sepanjang Jalan Raya Gondang-Winong, Kabupaten Sragen, mendadak terasa berbeda pada bulan suci Ramadhan 1447 H ini. Di tengah hilir mudik warga yang sedang menikmati tradisi ngabuburit, sebuah pemandangan mencolok menarik perhatian pasang mata: sebuah baliho raksasa yang berdiri tegak membawa pesan hangat di bulan penuh berkah.
Baliho tersebut menampilkan sosok-sosok terbaik Bumi Sukowati, yakni Mbak Yuni (Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mantan Bupati Sragen, red) dan Mas Bowo (Wibowo Sukawati, Mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, red). Meski keduanya saat ini tidak sedang memangku jabatan formal, kehadiran mereka lewat baliho tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian tidak mengenal batas jabatan.
Dalam foto yang beredar tampak juga sosok Anggota DPRD Sragen Suyanto. Baliho didominasi warna merah menyala yang melambangkan semangat dan keberanian. Di sisi kiri, terpampang wajah akrab Mbak Yuni dan Mas Bowo dengan senyum khas yang meneduhkan. Kalimat “Marhaban Ya Ramadhan” dan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H menghiasi bagian tengah, menciptakan dialog visual antara sang tokoh dengan warga yang melintas di tengah hijaunya ilalang dan jalanan aspal yang sibuk.
Kepedulian yang ditunjukkan oleh relawan “Belo Bowo” melalui pemasangan baliho ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Bagi warga, ini bukan sekadar ucapan, melainkan sebuah sapaan tulus dari pemimpin yang masih ingat pada rakyatnya.
Suratmo, salah seorang warga sekitar yang kerap melintas di jalur tersebut, mengungkapkan rasa harunya. “Luar biasa. Walaupun Mas Bowo saat ini belum diberi amanah menjadi Bupati, tapi beliau tetap peduli. Menyapa masyarakat yang sedang berpuasa lewat baliho sebesar ini sudah membuat kami merasa dihargai dan diperhatikan,” ujar Suratmo dengan nada puas.
Fenomena ini membuktikan bahwa di hati masyarakat Sragen, sosok Mbak Yuni dan Mas Bowo telah melampaui sekat-sekat birokrasi. Kehadiran mereka di pinggir jalan raya bukan sekadar gambar, melainkan representasi dari harapan dan ikatan batin yang masih terjaga kuat hingga saat ini.( wah)

