
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sragen menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Pleno di Aula Gedung PKK Kabupaten Sragen, Selasa (7/4/2026).
Halal bihalal ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membahas berbagai program strategis, termasuk isu perlindungan anak di era digital.
Dalam kesempatan Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Sragen, Ny. Linda Sigit Pamungkas, menyampaikan bahwa kebijakan terkait perlindungan anak di ruang digital yang mulai ditangani sejak 2025 kini telah diberlakukan pada 2026, dengan masa penyesuaian selama dua tahun. Aturan ini memberikan perlindungan lebih bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun melalui pembatasan akses pada platform media sosial maupun gim.
“Anak-anak kini lebih terlindungi karena penyedia layanan menerapkan sistem pembatasan berdasarkan usia, mulai dari 13 tahun, 13–15 tahun, hingga 15–17 tahun. Setiap kelompok usia memiliki akses yang berbeda,” ujarnya.
Secara umum, kebijakan ini membatasi anak-anak dari paparan konten negatif yang dinilai dapat berdampak buruk pada perkembangan mental dan perilaku. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara awal di kawasan Asia Tenggara yang menerapkan kebijakan ini.
Namun demikian, kebijakan tersebut juga menghadirkan pekerjaan rumah (PR) bagi orang tua dan masyarakat. Setelah pembatasan penggunaan gawai, anak-anak perlu diberikan alternatif kegiatan yang positif.
“Tidak bijak jika hanya melarang tanpa memberikan arah. Anak-anak perlu ruang untuk tumbuh dan berekspresi secara sehat,” lanjutnya.
Tim penggerak PKK Sragen mendorong para kader dan orang tua untuk menginisiasi kegiatan alternatif, khususnya aktivitas fisik dan permainan tradisional. Selain menyehatkan tubuh, kegiatan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan interaksi sosial serta kesehatan mental anak.
Berbagai permainan sederhana seperti permainan karet gelang, bekel, hingga permainan tradisional lainnya diharapkan dapat dihidupkan kembali di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bisa dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke komunitas yang lebih luas.
Selain itu, momentum ini juga dikaitkan dengan peringatan Hari Kartini yang akan datang. Direncanakan, kegiatan permainan tradisional dapat menjadi bagian dari perayaan dengan melibatkan anak-anak dalam aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Melalui peran aktif keluarga dan masyarakat, diharapkan anak-anak tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang kuat serta karakter yang tangguh di tengah perkembangan zaman( Eny )
