
Bandung Barat Indoglobe News-
Peta ekonomi Kabupaten Bandung Barat berubah mulai Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 25 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi beroperasi serentak, dengan pusat peresmian di Perumahan Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.
Langkah ini bukan seremoni biasa. Peresmian KDMP KBB masuk dalam gelaran nasional 1.061 titik yang dibuka langsung Presiden Prabowo Subianto secara daring. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati KBB Asep Ismail, Wakil Gubernur Jabar Dewan Setiawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, serta jajaran Forkopimda Jabar.
Wakil Bupati Asep Ismail menegaskan, KDMP bukan sekadar toko sembako baru.
“KDMP dirancang jadi jembatan langsung antara petani, peternak, dan UMKM lokal ke meja konsumen. Tujuannya memangkas rantai panjang yang selama ini merugikan pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Selama ini, hasil bumi dan ternak KBB sering kehilangan nilai jual karena melewati banyak tengkulak. Dengan sistem rantai pasok terpadu di KDMP, keuntungan diharapkan kembali ke produsen, sementara harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.

Stok Aman, Harga Stabil
Pemkab KBB menggandeng Bulog dan Pertamina untuk menjamin pasokan sembilan bahan pokok. Dengan skema ini, KDMP dipastikan punya akses prioritas saat pasar bergejolak, sehingga stok tidak kosong dan harga tidak melonjak.
Keunggulan lain, KDMP terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (PMBG). Koperasi ditunjuk sebagai pemasok utama telur, sayuran, dan daging ayam segar untuk dapur sekolah. Polanya menciptakan siklus ekonomi tertutup: hasil desa dipakai untuk gizi anak desa, dan dana pemerintah kembali berputar di kas desa.
Siap Kelola Secara Profesional
Sebelum beroperasi, seluruh pengurus KDMP telah mengikuti pelatihan manajemen, pembukuan, dan uji kompetensi standar nasional. Ini untuk mencegah masalah klasik koperasi seperti salah kelola dan kurang transparansi.
Pemkab KBB juga menyiapkan infrastruktur pendukung berupa gudang berpendingin dan armada distribusi agar produk tahan lama dan menjangkau pelosok kecamatan. Keberhasilan 25 gerai percontohan ini akan jadi dasar perluasan ke seluruh desa di KBB.
“Kami yakin lewat KDMP, angka kemiskinan ekstrem bisa ditekan, daya beli warga naik, dan masa depan ekonomi desa makin cerah tasep”, asep
