
Bandung Barat Indoglobe News-
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menyalurkan tambahan insentif bagi seluruh Ketua RT dan RW se-KBB untuk Tahun Anggaran 2026. Penyaluran ditandai secara simbolis oleh Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail dan ditargetkan tuntas sebelum Hari Raya Idul Adha.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPMD KBB Dudi Supriadi mengatakan, proses pencairan sudah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
“Per hari ini sudah ada 11 desa yang insentif RT/RW-nya cair sepenuhnya. Target kami jelas, seluruh penyaluran selesai sebelum Idul Adha,” ujar Dudi, Senin (25/5/2026).
Tahun ini DPMD menerapkan sistem pengajuan berbasis aplikasi elektronik secara berjenjang dari desa, kecamatan, DPMD, hingga Badan Keuangan Daerah BKD. Sistem digital menggantikan berkas fisik untuk mempercepat dan mempermudah verifikasi.

“Dari desa diunggah dalam bentuk PDF, dalam hitungan menit langsung masuk ke kecamatan, lalu ke DPMD dan BKD. Tidak ada lagi pengantaran berkas fisik. Ini bentuk transformasi pelayanan agar lebih transparan dan akuntabel,” jelas Dudi.
Ia mengakui ada masa adaptasi di awal penerapan sistem baru, namun tidak ada kendala teknis serius. Untuk triwulan berikutnya, proses dipastikan lebih cepat karena semua pihak sudah memahami alurnya.
Data per 25 Mei mencatat 92 desa atau lebih dari 60% dari total desa di KBB telah menyelesaikan pengajuan. Sisanya masih dalam tahap penginputan data dan diprediksi segera menyusul.
Insentif yang dicairkan saat ini untuk periode triwulan I Januari-Maret 2026. Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten sebagai tambahan di luar insentif rutin yang dibayarkan desa sesuai kemampuan keuangan masing-masing.

“Ini wujud perhatian khusus dari Bapak Bupati. Tambahan dari kabupaten adalah bentuk apresiasi agar pengurus lingkungan semakin semangat melayani warga,” kata Dudi.
Bupati Jeje menyebut pemberian insentif tambahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian RT dan RW yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Kalian yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat. Tanpa peran kalian, pembangunan tidak akan sampai ke akar rumput,” ujar Jeje.
Ia berharap RT dan RW semakin aktif menjadi pilar penyelesaian masalah di tingkat bawah dan memperkuat koordinasi dengan desa serta kecamatan agar pembangunan KBB berjalan maksimal dan dirasakan warga.
