
Sergai-indoglobenews
Sei Rampah,
Sekretaris Daerah Kabupaten Serdang Bedagai (Sekdakab Sergai) Suwanto Nasution, M.Si, MM, menyatakan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi penanggulangan bencana tidak hanya menjadi forum untuk menilai pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, tetapi juga kesempatan memperkuat koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Bencana di Wilayah Kabupaten Sergai, yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Rabu (1/7/2026).
Sebelum kegiatan monev bersama Sekdakab dan jajaran OPD digelar, Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terlebih dahulu diterima oleh Bupati Sergai H. Darma Wijaya di ruang kerjanya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat monitoring di ruang kerja Sekda, dimana Suwanto Nasution menyampaikan apresiasi kepada Tim Satgas PRR yang hadir untuk melakukan monitoring terhadap proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Sergai.

“Atas nama Pemkab Sergai, kami mengucapkan selamat datang dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Satgas PRR. Kehadiran Bapak-Ibu sekalian merupakan bentuk perhatian dan komitmen bersama untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak,” ujar Suwanto Nasution.
Ia mengingatkan kembali bahwa Kabupaten Sergai sempat dilanda banjir pada akhir November 2025 akibat curah hujan tinggi selama tiga hari berturut-turut yang menyebabkan debit sungai meluap dan merendam wilayah di 11 kecamatan, yakni Sipispis, Tebing Syahbandar, Dolok Masihul, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Pantai Cermin, Sei Rampah, Tebing Tinggi, Tanjung Beringin, Bandar Khalipah, dan Sei Bamban.
Bencana tersebut berdampak pada 71 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 73.448 jiwa. Selain itu, banjir juga mengakibatkan kerusakan rumah, lahan pertanian seluas 6.516 hektare, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur jalan dan tanggul.

Meski demikian, dirinya bersyukur penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kita patut bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Saat ini kondisi Kabupaten Sergai telah pulih dan masyarakat kembali beraktivitas secara normal. Hal ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh pihak dalam penanganan darurat maupun proses rehabilitasi dan pemulihan,” katanya.
Menurut Suwanto Nasution, keberhasilan tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah. Justru pengalaman menghadapi bencana harus menjadi pelajaran penting dalam memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Ia menilai kegiatan monitoring dan evaluasi memiliki peran strategis untuk memastikan seluruh tahapan penanggulangan bencana berjalan sesuai rencana sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah-langkah yang lebih efektif dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, koordinasi antarinstansi semakin kuat, kapasitas penanganan bencana terus meningkat, serta lahir langkah-langkah strategis agar Sergai semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Suwanto Nasution juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana atas pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi daerah terdampak bencana.
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut sangat membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana, terutama untuk memperbaiki akses serta fasilitas publik yang mengalami kerusakan.
“Penggunaan dana tersebut kami optimalkan untuk mempercepat perbaikan dan pemulihan berbagai fasilitas yang rusak akibat bencana. Secara teknis, pemanfaatan Dana TKD dipaparkan lebih lanjut oleh Kepala BPKAD Kabupaten Sergai,” kata Suwanto.

Menutup sambutannya, Suwanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam penanganan bencana di Kabupaten Sergai.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga sehingga upaya penanggulangan bencana di Tanah Bertuah Negeri Beradat semakin efektif dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini Jajaran Satuan Tugas PRR yang diwakili Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, SIP, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala BPBD Sergai Rico Ebtian, S.STP, M.Si, para Kepala OPD dan perwakilan OPD terkait. (M Yamin Nasution)
