
Buol Indoglobe News com,Pemerintah Kabupaten Buol terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi melalui kegiatan Sosialisasi Potensi Gempa Bumi yang digelar di Aula Pobokidan Lantai II Kantor Bupati Buol, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun budaya sadar bencana pascagempa berkekuatan Magnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol beberapa waktu lalu.
Sosialisasi dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., dan dihadiri Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Kapolres Buol, Sekretaris Daerah, jajaran BMKG Gorontalo dan BMKG Sultan Bantilan Tolitoli, Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa bencana tidak dapat diprediksi, namun risikonya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan masyarakat. Menurutnya, gempa yang hanya berlangsung beberapa detik dapat meninggalkan dampak yang dirasakan dalam waktu lama sehingga yang perlu dibangun adalah budaya siap menghadapi risiko.
“Kesiapsiagaan adalah pilihan terbaik sebelum bencana terjadi. Pengetahuan adalah perlindungan pertama yang dimiliki setiap orang. Semakin masyarakat memahami apa yang harus dilakukan, semakin kecil risiko yang akan dihadapi,” ujar Wakil Bupati.

Wabup juga mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa menjadikan edukasi kebencanaan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Forum-forum warga diharapkan dimanfaatkan untuk menyosialisasikan langkah penyelamatan saat terjadi gempa, sementara dunia pendidikan didorong menanamkan pendidikan kebencanaan sejak usia dini.
Selain meningkatkan literasi kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Buol juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat sistem mitigasi. Wakil Buol Bupati meminta BPBD Kabupaten Buol segera menyusun kajian kebencanaan secara komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan, sekaligus melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, dalam merancang pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap gempa.
Menurutnya, banyak bangunan perkantoran pemerintah yang telah berusia hampir dua dekade sehingga perlu mendapat perhatian dari sisi kekuatan konstruksi. Ke depan, setiap pembangunan gedung di Kabupaten Buol diharapkan mengacu pada standar bangunan tahan gempa guna meminimalkan risiko kerusakan saat terjadi bencana.
Pemkab Buol juga berkomitmen memperkuat dukungan anggaran penanggulangan bencana mulai tahun 2027. Di saat yang sama, pemerintah akan terus mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana kebencanaan.
Wakil Bupati mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Buol masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendukung, seperti tenda darurat dan sistem Early Warning System (EWS). Dengan garis pantai mencapai sekitar 200 kilometer, keberadaan sistem peringatan dini dinilai sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi secara cepat setelah terjadi gempa maupun potensi tsunami.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas daerah, Pemerintah Kabupaten Buol juga mendorong pembentukan Tim Siaga Bencana yang siaga selama 24 jam beserta dukungan logistik yang memadai. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat respons penanganan darurat sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
Wakil Bupati menekankan bahwa ketangguhan daerah hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, BMKG, BPBD, TNI, Polri, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, hingga insan pers. Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen memperkuat sinergi tersebut agar mitigasi bencana menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Sementara itu, kehadiran BMKG dan BPBD dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman masyarakat mengenai karakteristik gempa bumi, prosedur penyelamatan, serta pentingnya memperoleh informasi kebencanaan dari sumber resmi.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap masyarakat tidak hanya memahami langkah penyelamatan saat terjadi gempa, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan, diharapkan risiko bencana dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat semakin terjamin dan ketahanan daerah terhadap bencana terus meningkat.
(Sudirman sija ING)
Rilis
Humas Pemda Buol
