
Sukabumi Indoglobe news
Pelaksanaan program revitalisasi pembangunan di SMP Negeri 3 Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian positif dari Jajaran Wartawan untuk Indonesia (JWI) Sukabumi Raya maupun masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan pembangunan berjalan dengan memperhatikan aspek teknis, pengawasan pekerjaan, serta kualitas material yang digunakan. Hal tersebut dinilai penting agar program revitalisasi tidak hanya selesai secara administratif, tetapi menghasilkan bangunan yang aman, kuat, dan sesuai ketentuan.
Ketua JWI Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, mengapresiasi pelaksanaan revitalisasi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pengawasan harus tetap dilakukan secara konsisten sampai seluruh pekerjaan selesai.
“Kami memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran yang berdasarkan hasil pemantauan berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi pengawasan maupun kualitas material. Pengawasan harus tetap dilakukan secara berkelanjutan sampai pekerjaan selesai dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Lutfi Yahya.
Menurut JWI, kesesuaian material dengan spesifikasi teknis serta pelaksanaan pekerjaan berdasarkan gambar kerja dan ketentuan yang berlaku menjadi bagian penting yang harus terus diperhatikan hingga tahap akhir.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga memberikan apresiasi karena program revitalisasi tersebut turut melibatkan warga setempat dalam proses pekerjaan. Keterlibatan tenaga kerja lokal dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pembangunan.
JWI menilai keterlibatan masyarakat sekitar merupakan hal positif sepanjang tetap sesuai ketentuan dan tidak mengurangi standar kualitas pekerjaan.
Program revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
JWI Sukabumi Raya akan terus melakukan pemantauan secara objektif dan proporsional hingga pekerjaan revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran selesai, sehingga hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Apresiasi diberikan ketika pekerjaan berjalan baik, namun pengawasan tetap harus berjalan sampai pekerjaan selesai,” pungkasnya. ( Pardi IGN )
