
Indoglobenews Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Konawe Utara 9 September 2026 Dinas Pertanian kabupaten Konawe Utara Mengawal dalam keberhasilan Program Presiden Republik Indonesia di sektor Ketahanan Pangan Bertujuan Meningkatnya Tarap Hidup Petani secara Ekonomi jauh lebih Baik .

Musharjo Kepala bidang PSP yang kerap di sapa Jojo bertekat Membenahi sistem kinerja di ruang lingkup Prasarana dan Sarana Pertanian ( PSP) Untuk menopang keberhasilan dalam pertanian Penting dan di anggap Perlu tenaga Penyuluh Yang Berkualitas Menguasai Teknologi di era globalisasi alat alat Pertanian ( ALSINTAN ) Agar Pesan Progres sampai Pada Petani Sehingga Bertambahnya Petani Petani Muda yang Tertarik Menggarap sawahnya sehingga Tercapainya Tujuan Bersama yaitu Bertambahnya lapangan Pekerjaan di sektor Pertanian .

ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan bahwa Pasca Cetak sawah ( CSR) di tahun 2025 Seluas 500 Ha Terbagi dua persi Ada Tipe Kontraktual dan sewa kelola.
Adapun yang di sewa kelolakan ke Pihak TNI 30% dengan luasan cetak sawah kurang lebih 161 H.a
sisa dari itu kurang lebih 300 H.a masuk dalam Kontraktual Total keseluruhan 500 H.a selesai di tahun 2025 bahkan
sudah panen di tahun 2026
30% yang di sewa kelolakan kepihak TNI titik lokasi cetak sawah di kecamatan oheio Desa samandete dan desa Landiwo kecamatan Landawe terkendala wilayah banjir Sedangkan yang lainya DesaTodoloiyo 21,5 H kecamatan oheio, Pondonggala kecamatan sawah 0,5 H .a berhasil panen .
Untuk lokasi seperti di desa Kokapi 21 H.a kecamatan Sawah Puso air setinggi dada orang dewasa gagal panen ini sudah di laporkan ( Bencana)
Menurut catatan Reelnya didata dinas pertanian kabupaten Konawe Utara 50 H.a Semua Tercatat dengan baik.

.
Saya Merasa
Tertantang ketika ada Penggarap sawah ( petani ) yang tidak mau Menggarap lahan sawahnya setelah di cari tau ada Keterlambatan datangnya gabah benih padi mengakibatkan lahan yang sudah di cetak kembali tumbuh rumput sehingga Penggarap enggan memulai tanam dengan keterlambatan itu petani beranggapan itu semua masih tanggung jawab kontraktor cetak sawah Maka kami Carikan jalan bagai mana caranya supaya lahan yang sudah di sediakan cepat di tanami dan alhamdulilah semua Teratasi dan hasilnya sudah nampak dan berdampak manfaat petani.
Lebih lanjut Jojo Kabid PSP pemerintah sudah siapkan sarana dan prasarana alat pertanian yang di sebut ALSINTAN sudah berada di kelopok Brigade Pangan maupun anggota Brigade Pangan aturan mainya di lapangan silahkan atur sesuai kesepakatan harga dan segala kerusakannya tanggung bersama jangan sampai petani tidak sanggup Mengunakan Alsintan kami tidak segan segan bila ada kolompak Brigade Pangan maupun Anggota Brigade Pangan Yang Melakukan Pelanggaran akan saya tindak tegas ( pecat ) untuk pengawasanaya minimal satu bulan sekali
maksimalnya tiga bulan.
( Hazsmi)
