
Sergai-indoglobenews
PERBAUNGAN
Warga pengguna Jalan Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluhkan lalu lalangnya truk pengangkut kelapa sawit yang diduga membawa muatan melebihi kapasitas di jalan yang baru selesai diaspal.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan badan jalan. Warga menilai jalan yang baru dibangun seharusnya dijaga agar dapat bertahan lama dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Jalan ini baru selesai diaspal, tetapi truk pengangkut sawit dengan Kapasitas muatan besar melintas di malam hari sekolah olah ingin cepat merusak jalan ini Kami khawatir jalan cepat rusak,” ujar Amir 38 tahun salah seorang pengguna jalan warga setempat kepada awak media, Kamis (17/9/2026).

Selain berpotensi merusak infrastruktur, aktivitas truk bertonase besar tersebut juga dinilai dapat membahayakan pengguna jalan seperti muatan sawitnya sudah melebihi kapasitas tonnase lainnya, terutama masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua.
Sementara pihak Rekanan yang mengerjakan proyek jalan ini berharap kepada masyarakat ikut melarang truk truk yang bermuatan over kapasitas melewati jalan yang baru selesai di bangun ucap Salah seorang wakil dari Rekanan yang mengerjakan jalan ini
Pihak kami pun nanti akan menghubungi dinas PUTR agar dapat menyurati pihak PTPN yang melewati jalan ini agar di perhatikan lah muatan truk truk hasil perkebunannya
Karena selain dapat lebih cepat merusak jalan yang baru di bangun ini juga perhatikan lah keselamatan masyarakat dengan adanya temuan truk sawit ini yang muatannya di takkan jatuh dan menimpa pengendara ataupun masyarakat yang melintas pungkasnya
sewaktu di hubungi awak media,
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama instansi terkait melakukan pengawasan terhadap kendaraan angkutan yang melintas di Jalan Melati 2. Jika ditemukan kendaraan yang melanggar ketentuan tonase, warga meminta agar dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Jangan sampai jalan yang baru dibangun menghabiskan anggaran, tetapi tidak lama kemudian rusak akibat kendaraan yang melebihi kapasitas,” katanya.
Warga juga berharap pemerintah dapat memasang rambu pembatasan tonase apabila kondisi jalan memang tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat, serta melakukan pengawasan secara berkala.
Hingga berita ini dimuat belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai pengawasan dan ketentuan tonase kendaraan pengangkut sawit yang melintas di Jalan Melati 2, Perbaungan. (M Yamin Nasution.Tim)
