
Sukabumi, Indoglobe News
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak bencana angin puting beliung disertai hujan lebat di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Minggu (3/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wabup H. Andreas didampingi unsur Forkopimcam Cicurug, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKIM), serta Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah SMP Negeri 2 Cicurug, yang turut mengalami kerusakan akibat bencana.
Angin puting beliung disertai hujan lebat tersebut terjadi pada Kamis (1/10/2026) sore. Pasca kejadian, unsur Forkopimcam bersama BPBD langsung melakukan pengecekan dan pendataan terhadap wilayah serta warga yang terdampak.
Wabup H. Andreas mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat segera dilakukan.

“Hari ini saya ingin meninjau langsung lokasi yang terdampak, melihat seberapa parah kerusakannya dan berapa jumlah warga yang terdampak. Data-data tersebut juga sudah disampaikan kepada pemerintah daerah,” ujar H. Andreas.
Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan, terdapat tiga desa di Kecamatan Cicurug yang terdampak bencana, yakni Desa Nyangkowek, Purwasari, dan Makarsari, dengan total sekitar 108 rumah mengalami kerusakan dalam kategori ringan, sedang, hingga berat.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kata H. Andreas, telah membawa bantuan berupa sembako serta material bangunan, seperti genteng metal dan baja ringan, untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.
“Insyaallah hari ini kami dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkonsentrasi pada penanganan pascabencana. Kami juga membawa bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial berupa sembako, kemudian ada genteng metal dan baja ringan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, relawan, dan unsur lainnya untuk membantu proses pemulihan.

“Bencana itu tanggung jawab bersama. Kami juga akan mengajak saudara-saudara kita yang ingin membantu, selain dari pemerintah daerah. Data-data yang sudah ada akan menjadi perhatian, terutama bagi warga yang mengalami kerusakan cukup parah,” ungkapnya.
Imbau Warga Waspada Memasuki Musim Hujan
Dalam kesempatan tersebut, Wabup H. Andreas juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring mulai memasuki musim hujan.
Ia meminta masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan, terutama saluran air, pepohonan, serta wilayah yang memiliki kontur tanah miring dan berpotensi mengalami bencana.
“Kita harus berhati-hati dan waspada terhadap lingkungan, terutama saluran air dan tanah-tanah yang miring. Kita juga harus berupaya merawat lingkungan agar potensi bencana dapat diminimalisir,” katanya.
Menurutnya, bencana dapat terjadi kapan saja dan sulit diprediksi. Namun, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu terus dilakukan untuk mengurangi risiko, terlebih agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

SMPN 2 Cicurug Siapkan KBM Tatap Muka
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Cicurug, Emalia, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang langsung meninjau kondisi sekolah setelah terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Bupati yang sudah quick response dengan adanya bencana di Kecamatan Cicurug, khususnya di SMP Negeri 2 Cicurug,” ujar Emalia.
Ia menjelaskan, secara umum bangunan sekolah masih dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, sejumlah bagian atap mengalami kerusakan dan kebocoran akibat diterjang angin kencang.
Menurutnya, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi sebelumnya juga telah melakukan peninjauan. Selanjutnya, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk melakukan perbaikan secara bertahap.
“Secara fisik ruangannya masih bisa digunakan. Hanya atap-atapnya banyak yang mengalami kerusakan dan bocor. Kalau hujan, tentu akan mengganggu kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Emalia mengatakan, selama dua hari setelah kejadian, kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Namun, pihak sekolah berharap kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan pada Senin dengan memanfaatkan ruangan yang kondisinya masih aman.
“Insyaallah hari Senin kami mulai kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Karena kalau terus daring juga kasihan anak-anak. Yang penting ruangan yang masih aman bisa digunakan,” katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perbaikan bagian atap sekolah. Selain itu, terdapat sejumlah fasilitas dan peralatan pembelajaran, termasuk komputer serta perangkat pendukung lainnya, yang perlu diamankan untuk mengantisipasi kerusakan apabila kembali terjadi hujan.
“Kebutuhan yang paling mendesak adalah perbaikan atap. Ada juga bagian atap yang menaungi ruang komputer mengalami kerusakan. Di dalamnya terdapat banyak komputer, sehingga kami khawatir apabila turun hujan kembali,” pungkasnya.
Pemerintah daerah bersama perangkat wilayah, BPBD, Dinas Pendidikan, sekolah, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat terus berkolaborasi dalam proses pemulihan, sehingga aktivitas warga maupun kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Cicurug dapat kembali berjalan secara optimal.
(Y. Herdiansyah)
