
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM –Dunia pendidikan semakin nampak kemajuannya seperti SDN Puro 1 di Kecamatan Karangmalang, Sragen, punya cara baru yang cerdas dan menyenangkan untuk mengobarkan semangat literasi dan mengasah kemampuan berbicara siswanya! Mereka memperkenalkan inovasi pembelajaran digital bernama DoA PuJi (Dongeng Anak Puro siJi).
Program ini mengintegrasikan kekayaan dongeng lokal dengan kecanggihan teknologi digital dalam bentuk flip book interaktif yang bisa diakses langsung lewat gawai siswa.
Melampaui Batas Buku Konvensional
Diluncurkan secara resmi pada Februari 2024 setelah melalui tahap uji coba, DoA PuJi lahir sebagai jawaban atas tantangan rendahnya minat baca dan kurangnya keterampilan berbicara pada sebagian siswa. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta memperkuat pemahaman materi pelajaran melalui pendekatan naratif yang memikat.
Lewat DoA PuJi, siswa diajak menyelami dunia dongeng digital secara mandiri.

Setelah itu, mereka ditantang untuk menceritakan kembali kisah tersebut secara lisan di hadapan guru atau teman sekelas. Ini bukan sekadar membaca, ini adalah proses membangun keberanian dan kepercayaan diri.
“Inovasi DoA PuJi merupakan respons terhadap kondisi rendahnya budaya literasi serta keterampilan berbicara siswa. Melalui pendekatan dongeng digital yang dikemas secara menarik dan kontekstual, siswa tidak hanya belajar membaca, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keberanian dalam berbicara,” jelas Nur Mulyati, guru pengampu inovasi DoA PuJi di SDN Puro 1.
Evaluasi awal menunjukkan dampak positif yang signifikan dari DoA PuJi terhadap kemampuan literasi dan akademik siswa. Salah satu yang paling menonjol adalah peningkatan kemampuan berbicara yang sangat terlihat, serta capaian nilai akademik yang lebih baik pada materi pelajaran yang diintegrasikan ke dalam dongeng.
Inovasi ini diharapkan tidak hanya berhenti di SDN Puro 1. Potensinya sebagai praktik baik dalam pembelajaran berbasis digital dan budaya lokal sangat besar, sehingga bisa direplikasi dan menginspirasi satuan pendidikan lainnya untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas membaca, tetapi juga lincah berbicara dan bangga dengan cerita-cerita lokal mereka.
Jurnalis wahono
