
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Pucuk kepemimpinan Kepolisian Resor (Polres) Sragen secara resmi berganti. AKBP Dewiana Syamsu Indyasari kini menjabat sebagai Kapolres Sragen yang baru, menggantikan AKBP Petrus Parningotan Silalahi. Prosesi serah terima jabatan berlangsung khidmat di Mapolres Sragen pada Rabu (30/7) ini, diawali dengan tradisi pedang pora sebagai simbol penyambutan.
AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan kesan pertamanya saat tiba di Sragen. “Kesan saya tadi malam saya tiba di Sragen itu luar biasa, mirip kampung halaman saya di Cilacap. Kotanya tenang, bersih, rapi,” ujarnya.
Dia menyambut amanah ini dengan rasa syukur dan berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh AKBP Petrus. “Mudah-mudahan kami bisa melanjutkan amanah ini dengan baik, apa yang sudah selama ini diprogramkan Pak Petrus. Saya akan bersinergi dengan stakeholder terkait, bersama-sama mengawal situasi Kamtibmas di Sragen tetap kondusif, sehingga pelaksanaan pembangunan dan program pemerintah yang harus dilaksanakan dapat berjalan dengan baik sesuai target pemerintah dan pimpinan,” jelas AKBP Dewiana.
Sebelum menjabat Kapolres Sragen, AKBP Dewiana memiliki rekam jejak yang panjang di kepolisian. Ia pernah bertugas di Polda Sulawesi Selatan di Direktorat Kamsel, penugasan pertama di Polda Metro Jaya Reserse Narkoba, kemudian pindah ke Manado di Direktorat Lalu Lintas, serta menjadi Kapolsek.
Setelah itu, ia bertugas di PTIK, Mabes Polri di Spripim dan SSDM, hingga kembali ke Polda Sulawesi Selatan di Sespimen, dan kini bergabung menjadi warga Sragen.
Menyikapi potensi kerawanan gesekan antar perguruan silat di Sragen, AKBP Dewiana menyatakan telah mendapatkan banyak masukan dari AKBP Petrus dan jajaran anggota. Ia mengakui bahwa Sragen relatif kondusif, namun kerawanan muncul dari kegiatan pencak silat yang sering menimbulkan gesekan.

“Tentu ini diantisipasi. Kapolres lama membuat SOP metode pengamatan, kolaborasi dengan Ketua dan pengurus internal dari berbagai cabang silat dan terjalin dengan baik,” paparnya.
AKBP Dewiana menegaskan akan melanjutkan upaya tersebut. “Dan saya kesempatan pertama akan melanjutkan itu, akan bersilaturahmi dan mudah-mudahan ke depannya terjaga dengan baik, ” benernya.
Selain itu pihaknya komitmen untuk menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, AKBP Dewiana akan memprioritaskan kegiatan preventif, preemtif, dan edukasi. “Jadi pertama ke depannya giat preventif, preemtif, edukasi, dan turun anggota mencoba kerja sama dengan Pemkab Sragen. Kita lihat simpul masalah apa untuk kita formulasikan. Ke depan kekerasan kejahatan anak dan perempuan dapat ditekan,” tegasnya.
Apabila ada kasus yang sampai ranah hukum, ia memastikan akan dilakukan pendekatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga memberikan efek jera bagi para pelaku.
Mengenai gaya kepemimpinannya, AKBP Dewiana memiliki visi yang sederhana namun mendalam. “Saya tidak muluk-muluk, hanya ingin sama. Qadarullah di Sragen mendapatkan estafet kepemimpinan Pak Petrus yang memiliki slogan Polres Sragen ‘baik’,” ujarnya.
AKBP Dewiana berharap dapat memimpin Polres Sragen dengan baik dan mengajak seluruh anggotanya untuk belajar menjadi manusia yang baik, serta masyarakat Sragen juga bisa bersama-sama menjalani hidup menjadi lebih baik lagi. (Wah)

