
PURWAKARTA, Indoglobenews.com – Pemerintah Desa Cihuni, Kecamatan Pasawahan, menggelar Sosialisasi Mitigasi dan Pencegahan Bencana pada Senin (10/11).
Kegiatan yang dihadiri perwakilan pemerintah, TNI, dan BPBD ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cihuni, Abah Anda, menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap cuaca ekstrem.
“Kecamatan Pasawahan rawan longsor, pohon tumbang, dan banjir. Desa Cihuni termasuk daerah berpotensi bencana, sehingga diperlukan upaya pencegahan di setiap titik rawan melalui kerja sama aparat dan masyarakat,” tegasnya.
Camat Pasawahan, Imam, dalam pidatonya menginstruksikan langkah-langkah preventif.
“Sebagai langkah pencegahan, setiap desa harus membentuk tim siaga bencana dan menyiapkan jalur evakuasi di setiap dusun. Kami juga mengimbau masyarakat menjaga kelestarian alam dengan tidak menebang pohon sembarangan dan membuang sampah pada tempatnya,” paparnya.
Prinsip mitigasi bencana desa yang ditekankan meliputi tiga pilar utama: berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal, mengurangi korban jiwa, serta memperkuat koordinasi antara masyarakat dengan aparat pemerintah desa.
Sesi edukasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencakup simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan prosedur evakuasi saat gempa bumi.
Salah seorang staf Desa Cihuni yang juga anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) menilai materi yang diberikan sangat aplikatif untuk kondisi geografis desa.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cihuni dan diikuti perangkat desa, Babinsa, serta tokoh masyarakat ini merupakan bagian dari program Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Lokasi kegiatan di Kampung Cihuni RT 05/RW 03 dengan koordinat -6.564768° dan 107.463598° menunjukkan komitmen transparansi pelaksanaan program.
Melalui pendekatan partisipatif ini, Desa Cihuni berupaya membangun budaya tangguh bencana yang berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
(Irwan DS)
