
PURWAKARTA, Indoglobenews.com – Dalam upaya memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan elemen pekerja, Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menegaskan komitmen Polri sebagai pemersatu dan fasilitator dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum Program Perkuliahan Karyawan (P2K) yang diselenggarakan oleh PD FSP KEP SPSI Jawa Barat pada Kamis (13/11), bertempat di Aula Tatag Trawang Tungga, Mapolres Purwakarta.
Acara ini turut dihadiri Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan peserta dari tujuh daerah: Bekasi, Purwakarta, Subang, Karawang, Banjar, Bandung, dan Garut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program CAKEP (Cetak Kader Profesional KEP SPSI) yang bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ketenagakerjaan.
Dalam pemaparannya, Kapolres menekankan pentingnya penerapan sistem Hubungan Industrial Pancasila yang berlandaskan UUD 1945, khususnya di Purwakarta sebagai kawasan industri strategis.

“Polri hadir untuk membangun harmoni sosial. Tugas kami meliputi deteksi dini aksi buruh, penjaminan iklim investasi yang aman, hingga penegakan hukum yang adil dan proporsional dengan pendekatan restorative justice,” ujar Danujaya.
Ia juga menegaskan bahwa Polres Purwakarta berkomitmen mencegah kriminalisasi terhadap isu ketenagakerjaan, mengedepankan pendekatan humanis dan empati, serta menjadi fasilitator dialog antara pekerja dan pengusaha.
Pembinaan terhadap Pengamanan Swakarsa (PAM Swakarsa) juga menjadi bagian dari strategi penguatan hubungan industrial.
Di penghujung acara, Kapolres menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Purwakarta sebagai mitra dalam pelaksanaan P2K.
Ia menegaskan bahwa Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. ids
