
Pembangunan TPT Yang Dibantu Dari Dinas Perkim Warga Desa Kompa Sambut Baik
Sukabumi Indoglobenews.com -Pembangunan Tembok Penahan Tanah ( TPT ) yang dibantu dari dinas perumahan dan pemukiman ( Perkim ) bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah longsor dengan menahan tanah. Rasa syukur tampak di Kampung Ciburuy, RT 018/005, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, setelah pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman resmi memulai pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Proyek ini tercatat pada paket E572 dengan nilai kontrak sebesar Rp144.311.000 yang dikerjakan oleh CV Dewa Rizki Yudistira dan bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan konstruksi tersebut dimulai pada 31 Oktober 2025 berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) bernomor 000.3.2/E572/SPK/Bid.PB/DPKP/X/2025. Dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender, proyek ini diharapkan selesai sebelum curah hujan mencapai puncaknya. Papan informasi proyek telah dipasang dengan jelas, memperlihatkan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan keterbukaan publik dalam setiap kegiatan pembangunan.
Dilihat areanya memiliki kontur tanah yang cukup labil, terutama saat musim penghujan. Warga mengaku kerap dihantui rasa waswas ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, karena beberapa titik tanah di wilayah tersebut mengalami erosi dan berpotensi longsor.
“Kalau hujan deras malam-malam, kami suka tidak bisa tidur. Takut tiba-tiba tanah amblas atau tembok rumah retak lagi. Jadi dengan adanya pembangunan TPT ini, kami merasa lega,” ungkap seorang warga yang rumahnya berada di dekat lokasi pembangunan.
Beberapa kejadian retakan kecil pada badan tanah sempat muncul di musim hujan sebelumnya. Meskipun tidak sampai menimbulkan kejadian besar, kondisi itu cukup membuat warga khawatir akan keselamatan keluarga mereka terutama anak-anak dan lansia.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menilai pembangunan TPT ini merupakan langkah preventif yang sangat vital. Tembok penahan tanah tidak hanya berfungsi menguatkan struktur tanah di area pemukiman, tetapi juga mencegah terjadinya longsor yang dapat merusak rumah warga, jalan lingkungan, serta saluran air.
Kepala Desa Kompa mengapresiasi realisasi pembangunan tersebut. Menurutnya, proyek ini sudah lama dinantikan masyarakat karena letak permukiman yang berada pada kemiringan tertentu membuat risiko longsor cukup tinggi.
Alhamdulillah, akhirnya terealisasi. Ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi soal keselamatan warga. Kami berterima kasih kepada Pemkab Sukabumi dan Dinas Perkim yang telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” katanya.kepada wartawan senin (01/11/2025)
Selain meminimalisir bencana, pembangunan TPT juga membawa dampak positif terhadap aktivitas harian masyarakat. Warga yang sebelumnya was-was kini dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Jalan lingkungan yang menjadi akses utama menuju pemukiman juga diproyeksikan akan lebih aman setelah struktur tanah diperkuat.
Tokoh masyarakat setempat menuturkan bahwa pembangunan ini secara tidak langsung juga membantu perekonomian warga. Beberapa pemuda setempat dilibatkan dalam kegiatan awal seperti persiapan lokasi, pembersihan, dan pendistribusian material. Keterlibatan ini menambah penghasilan masyarakat sekitar meski sifatnya sementara.
“Selain manfaat utamanya untuk mencegah longsor, warga juga merasakan dampak ekonomi. Setidaknya ada aktivitas tambahan di kampung, dan beberapa anak muda bisa ikut bekerja,” ujarnya.
Meski begitu, warga berharap agar pelaksanaan proyek dapat berjalan profesional sesuai standar teknis. Kualitas bangunan menjadi hal yang sangat ditekankan oleh masyarakat, mengingat fungsi TPT sangat krusial untuk keselamatan.
“Kami berharap kontraktor bekerja dengan baik. Jangan asal-asalan, karena ini berhubungan dengan nyawa kami. Kalau bangunan kokoh, kami pun akan tenang,” tegas salah seorang warga.
Pemerintah desa berjanji akan rutin melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak pelaksana serta Dinas Perkim agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan tidak mengala
Sukabumi Indoglobenews.com -Pembangunan Tembok Penahan Tanah ( TPT ) yang dibantu dari dinas perumahan dan pemukiman ( Perkim ) bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah longsor dengan menahan tanah. Rasa syukur tampak di Kampung Ciburuy, RT 018/005, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, setelah pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman resmi memulai pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Proyek ini tercatat pada paket E572 dengan nilai kontrak sebesar Rp144.311.000 yang dikerjakan oleh CV Dewa Rizki Yudistira dan bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan konstruksi tersebut dimulai pada 31 Oktober 2025 berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) bernomor 000.3.2/E572/SPK/Bid.PB/DPKP/X/2025. Dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender, proyek ini diharapkan selesai sebelum curah hujan mencapai puncaknya. Papan informasi proyek telah dipasang dengan jelas, memperlihatkan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan keterbukaan publik dalam setiap kegiatan pembangunan.
Dilihat areanya memiliki kontur tanah yang cukup labil, terutama saat musim penghujan. Warga mengaku kerap dihantui rasa waswas ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, karena beberapa titik tanah di wilayah tersebut mengalami erosi dan berpotensi longsor.
“Kalau hujan deras malam-malam, kami suka tidak bisa tidur. Takut tiba-tiba tanah amblas atau tembok rumah retak lagi. Jadi dengan adanya pembangunan TPT ini, kami merasa lega,” ungkap seorang warga yang rumahnya berada di dekat lokasi pembangunan.
Beberapa kejadian retakan kecil pada badan tanah sempat muncul di musim hujan sebelumnya. Meskipun tidak sampai menimbulkan kejadian besar, kondisi itu cukup membuat warga khawatir akan keselamatan keluarga mereka terutama anak-anak dan lansia.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menilai pembangunan TPT ini merupakan langkah preventif yang sangat vital. Tembok penahan tanah tidak hanya berfungsi menguatkan struktur tanah di area pemukiman, tetapi juga mencegah terjadinya longsor yang dapat merusak rumah warga, jalan lingkungan, serta saluran air.
Kepala Desa Kompa mengapresiasi realisasi pembangunan tersebut. Menurutnya, proyek ini sudah lama dinantikan masyarakat karena letak permukiman yang berada pada kemiringan tertentu membuat risiko longsor cukup tinggi.
Alhamdulillah, akhirnya terealisasi. Ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi soal keselamatan warga. Kami berterima kasih kepada Pemkab Sukabumi dan Dinas Perkim yang telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” katanya.kepada wartawan senin (01/11/2025)
Selain meminimalisir bencana, pembangunan TPT juga membawa dampak positif terhadap aktivitas harian masyarakat. Warga yang sebelumnya was-was kini dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Jalan lingkungan yang menjadi akses utama menuju pemukiman juga diproyeksikan akan lebih aman setelah struktur tanah diperkuat.
Tokoh masyarakat setempat menuturkan bahwa pembangunan ini secara tidak langsung juga membantu perekonomian warga. Beberapa pemuda setempat dilibatkan dalam kegiatan awal seperti persiapan lokasi, pembersihan, dan pendistribusian material. Keterlibatan ini menambah penghasilan masyarakat sekitar meski sifatnya sementara.
“Selain manfaat utamanya untuk mencegah longsor, warga juga merasakan dampak ekonomi. Setidaknya ada aktivitas tambahan di kampung, dan beberapa anak muda bisa ikut bekerja,” ujarnya.
Meski begitu, warga berharap agar pelaksanaan proyek dapat berjalan profesional sesuai standar teknis. Kualitas bangunan menjadi hal yang sangat ditekankan oleh masyarakat, mengingat fungsi TPT sangat krusial untuk keselamatan.
“Kami berharap kontraktor bekerja dengan baik. Jangan asal-asalan, karena ini berhubungan dengan nyawa kami. Kalau bangunan kokoh, kami pun akan tenang,” tegas salah seorang warga.
Pemerintah desa berjanji akan rutin melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak pelaksana serta Dinas Perkim agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan tidak mengala
