
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Kabupaten Sragen kini memiliki pusat perbelanjaan baru yang membawa misi besar lebih dari sekadar urusan dagang. Sragen Mart resmi diresmikan sebagai garda terdepan dalam membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus wadah bagi produk-produk UMKM lokal untuk naik kelas.
Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Sugito, menegaskan bahwa kehadiran Sragen Mart merupakan langkah nyata dalam memperkuat struktur ekonomi umat. Menurutnya, spiritualitas dan ekonomi harus berjalan beriringan.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kami membangun kemandirian ekonomi. Umat tidak hanya dibangun secara mental, tetapi juga secara ekonomi. Sragen Mart hadir untuk menguatkan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan menjadi simbol kebangkitan kesejahteraan warga,” ujar Sugito Sabtu (7/3/2026)

Sragen Mart didesain sebagai ruang pamer bagi produk UMKM unggulan Sragen. Menariknya, toko ini dikelola dengan semangat gotong royong, di mana puluhan orang ikut menyertakan modal untuk memastikan keberlangsungan operasionalnya.
Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang hadir dalam peresmian tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Ia melihat Sragen Mart sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini tercatat berada di angka 5,7 persen.
Bupati menekankan beberapa poin penting terkait ekosistem bisnis ini. Yakni Standar Kualitas Produk Sragen yang masuk ke pasar semi-modern dan modern harus terjamin kualitasnya. Lantas jumlahnya mencukupi, dan berkelanjutan (sustainable).

Lalu, Alur logistik diinstruksikan harus bersumber dari Kabupaten Sragen sendiri guna memutar roda ekonomi di tingkat bawah. Tidak hanya tepuk tangan, Pemerintah berkomitmen terus memperbaiki jalan dan penerangan untuk mempermudah akses investasi dan distribusi barang.
“Harapannya, dalam 24 jam dagangannya sudah ludes! Ini bukan sekadar jualan, tapi ada misi kemandirian. Jika ini berhasil, kita akan ekspansi ke wilayah lain, bahkan hingga ke luar Kabupaten Sragen,” tegas Bupati Sigit.
Dengan peresmian ini, Sragen Mart diharapkan menjadi role model bagi pengelolaan ritel berbasis komunitas. Fokus pada pemberdayaan UMKM lokal dan rantai pasok dari wilayah sendiri diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang tangguh di tengah tantangan pasar global.( wah )

