
SRAGEN INDOGLOBENEWS .COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bekerja sama dengan Perum Bulog menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengolahan Pangan Berbahan Baku Kedelai Premium Non Genetically Modified Organism (GMO) dimana produk yang dibuat tanpa menggunakan organisme hasil rekayasa genetika. Bertempat di Aula Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sragen Linda Sigit Pamungkas, Sekertaris Daerah Hargiyanto, serta jajaran kepala OPD Kabupaten Sragen. Sebanyak 29 pelaku UMKM sektor pangan mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak 3 -4 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi kolaborasi antara Bulog dan Pemkab Sragen. Ia menekankan bahwa tren konsumsi masyarakat saat ini bergerak menuju produk premium berkualitas tinggi.
“Ke depan, masyarakat tidak lagi mencari produk massal, tetapi produk eksklusif dengan mutu terbaik. Kedelai premium non-GMO memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan Kabupaten Sragen,” tutur Bupati.
Bupati juga mengajak UMKM untuk fokus pada kualitas dan tidak terjebak pada persaingan yang justru melemahkan. Ia berharap melalui pelatihan ini, produk pangan berbasis kedelai di Sragen dapat berkembang menjadi komoditas unggulan yang dicari pasar regional maupun nasional.
Diektur SDM dan Umum Perum Bulog, Prof. Sudarsono Hardjosoekarto, yang diwakili Kepala Kanwil Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, menegaskan bahwa Sragen dipilih sebagai lokasi pelatihan karena memiliki potensi kedelai yang kuat.
“Sragen memiliki potensi luar biasa, terutama sebagai sentra penghasil kedelai di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo. Melalui program Bulog Peduli UMKM, kami ingin mendorong hilirisasi komoditas kedelai sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan UMKM saat ini bukan hanya produksi, tetapi memastikan kualitas, inovasi, pemasaran modern, hingga kesiapan sertifikasi halal.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Cosmas Edwi Yunanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi Pemerintah Daerah dan Bulog untuk meningkatnya kualitas produk pangan lokal.
“Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Perum Bulog sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sragen untuk meningkatkan kapasitas UMKM, mendorong inovasi produk pangan lokal, serta memperkuat daya saing olahan berbahan baku kedelai premium non-GMO,” ujarnya.
Cosmas menambahkan bahwa pelatihan ini mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan UMKM, pengembangan produk pangan sehat dan higienis, serta penguatan usaha agar mampu bersaing dan berkelanjutan.*(Eny)
