
SRAGEN INDOGLOBE NEWS – Kondisi ekonomi saat ini membuat para pelaku usaha mengeluhkan turunnya omset akibat daya beli masyarakat yang berkurang. Salah satunya Yasam (50) pemilik kolam renang Tirta Ainun di Dusun Gegersapi Desa Glonggong Kecamatan Gondang Kabupaten Sragen. Hal ini disampaikan Yasam Rabu (12/11/2025).
Jatuh bangun dalam usahanya ini ia rasakan sejak pandemi Covid-19. Pernah beberapa waktu kolam renangnya sepi tanpa pengunjung, sehingga menyebabkan ia tak ada pemasukan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan setoran bank.
Ia menuturkan bahwa modal usaha kolam renang ini ia dapatkan dari meminjam bank. Pada awalnya ramai tapi pasca pandemi Covid-19 omsetnya menurun drastis. Hal ini menyebabkan usahanya terancam bangkrut karena ia harus membayar bunga bank yang tinggi dan angsuran yang besar.

“ Saya sudah tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan,” Ucap Yasam, pemilik kolam renang Tirta Ainun Gondang. “Hutang saya di Bank sudah mencapai 1,4 Milyar, karena biaya operasional yang tinggi dan pendapatan menurun akibat pandemi covid-19. Disamping itu saya harus membayar bunga yang tinggi setiap bulan, saya sudah mencoba untuk meminta keringanan kepada bank “ ungkapnya.
Setelah pasrah dengan kondisi yang terjadi saat ini, Yasam membuat keputusan yang diluar ekspektasi. Ia banting setir dengan menggratiskan biaya masuk kolam renang bagi masyarakat. Keputusan ini bukan tanpa alasan, ia bermaksud untuk menarik lebih banyak pengunjung agar kolam renangnya kembali ramai.
“ Alhamdulillah, kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati kolam renang secara gratis. Kami berharap dengan keputusan ini, makin banyak pengunjung yang datang dan menikmati fasilitas kolam renang kami”. kata Yasam.

Promosi ini berhasil menarik minat masyarakat dan semua pengunjung bisa menikmati kolam renang secara gratis. “ Saya sangat senang dengan promo ini, saya bisa berenang dengan gratis dan menikmati waktu bersama keluarga.” kata seorang pengunjung.
Meskipun tidak ada pemasukan dari biaya masuk, Yasam berhasil mendapatkan pemasukan dari penjualan soto, minuman , pop mie, gorengan serta aneka jajanan lain di sekitar kolam renang. Selain itu Yasam juga mendapatkan pemasukan dari infak untuk parkir dan terapi ikan.
Dengan demikian, pemasukan yang didapatkan hanya cukup untuk biaya operasional saja dan belum bisa untuk membayar bank. “ kami hanya ingin menjalakan usaha kami dengan lancar dan membayar hutang kami , kami tidak ingin usaha kami bangkrut karena hutang yang membengkak” tutupnya.
Yasam berharap pemerintah setempat dapat membantu usaha kolam renangnya dengan memberikan bantuan dana maupun keringanan hutang, serta meminta agar bank dapat memahami kondisi usahanya sehingga bisa memberikan solusi yang lebih baik. ( Bisyri IGN )
