
NGAWI INDOGLOBENEWS.COM – Sebanyak 11 siswa dari berbagai Sekolah dan Pondok Pesantren di Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi dilarikan ke Puskesmas Tambakboyo setelah mengalami gejala pusing, mual, muntah, serta diare. Gejala tersebut mereka rasakan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis( MBG ) pada Rabu (3/12/2025).
“ Awalnya tadi pagi merasa lemas, pusing, dikira capek biasa, tapi lama-lama makin parah dan langsung dilarikan ke UGD. Setelah di cek laboratorium katanya akibat keracunan makanan ” ucap Angga, salah satu siswa SMK Muhammadiyah 2 Ngawi yang saat ini masih dirawat di Puskesmas Tambakboyo.

Ia juga menambahkan, gejala tersebut ia rasakan usai menyantap telur rebus dari menu MBG yang diberikan sehari sebelumnya. “Kemarin saat makan telur rebus dari MBG, rasanya agak beda, sedikit berair dan belum terlalu matang, tapi ya tetap dimakan.” pungkasnya.
Qonita salah satu siswa kelas 1 di SD Negeri 6 Mantingan, juga mengalami hal serupa. “Kemarin itu anak saya makan telur dari menu MBG, awalnya yang dirasakan sakit perut, hari ini tadi tiba-tiba badannya panas dan mual, kami bawa ke sini dan ternyata sudah banyak pasien, “ kata Puji Lestari, orang tua dari Qonita.

Dalam pantauan wartawan, Galuh salah satu perawat yang bertugas di Puskesmas Tambakboyo membenarkan adanya lonjakan pasien sejak rabu sampai kamis petang (4/12/2025). “ Total yang opname ada 11 anak, baik dari TK smpai SMK “ ujar Galuh.
Supriyanto, Orang tua siswa yang mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) di Mantingan, berharap Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut, serta meningkatkan pengawasan dan kontrol kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. (Bimush IGN)
