
Poto RSUD Sukowati Tangen, seekor monyet masuk halaman ruang jenazah pukul 05.30 wib,di usir oleh satpam dan warga setempat Rabu 1/4/2026 .————————————————
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Warga di sekitar Dukuh Kerjan dan Brakbunder Desa Katelan, Kecamatan Tangen, pagi ini dibuat heboh dengan kemunculan tamu tak diundang. Bukan kriminal, melainkan kawanan monyet ekor panjang yang dilaporkan mulai memasuki area publik, termasuk kompleks RSUD Sukowati Tangen. Kabar yang beredar menyebut ada sekitar 10 ekor monyet yang mulai “bergerilya” di pemukiman warga.
Kejadian ini juga pernah hebohkan warga Dukuh Dalungan ,Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen kota, beberapa ekor monyet berkeliaran,warga sempat siapkan senapan angin untuk mengusir kera/ monyet yang ganggu aktivitas warga setempat.
Meski sempat memicu kekhawatiran akan adanya serangan, pihak rumah sakit segera memberikan klarifikasi. Direktur RSUD Sukowati Tangen, dr. Wisnu Retnaningsih, membenarkan jika primata tersebut sempat terlihat di lingkungan rumah sakit. Namun, ia menepis narasi adanya “serangan” anarkis dari kawanan hewan tersebut.
“Tidak diserang. Itu pemandangan yang sudah biasa karena lokasi kita memang dekat dengan hutan,” tegas dr. Wisnu saat dikonfirmasi Rabu (1/4/2026)

Menurut dr. Wisnu, keberadaan monyet-monyet tersebut sama sekali tidak mengusik ketenangan pasien maupun mengganggu jalannya pelayanan medis. Ia menjelaskan bahwa posisi RSUD yang berdekatan dengan hutan kecil di bantaran Bengawan Solo serta kawasan Gunung Banyak menjadi faktor utama seringnya satwa tersebut “mampir”.
“Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Mereka hanya melintas dan tidak menyerang manusia,” imbuhnya.
Senada dengan pihak RSUD, Kepala Desa Katelan, Kunto Cahyono, mengungkapkan bahwa kehadiran kawanan monyet ini bukanlah hal baru bagi warga setempat. Menariknya, kemunculan mereka seolah mengikuti ritme alam Sungai Bengawan Solo.
“Biasanya kalau air Bengawan Solo naik, monyet-monyet itu terlihat. Nanti kalau airnya surut, mereka hilang lagi dengan sendirinya. Datangnya dari mana, belum bisa dipastikan,” ujar Kunto.

Ada dugaan kuat bahwa turunnya kawanan monyet ke pemukiman dipicu oleh mulai menipisnya ketersediaan pangan di habitat asli mereka. Sejauh ini, perilaku satwa tersebut masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan tanda-tanda agresivitas terhadap warga.
Sejauh ini hanya mengambil buah-buahan dari pohon di pinggir sungai. Dia menuturkan Belum ada laporan perusakan rumah atau pencurian stok makanan warga.
Kunto memastikan bahwa pihak desa terus memantau pergerakan kawanan ini agar tidak terjadi konflik antara manusia dan satwa di kemudian hari. “Yang penting warga tidak mengganggu atau menyakiti mereka, supaya mereka juga tidak agresif,” tegasnya
Darni pemilik warung sebelah RSUD Sukowati Tangen membenarkan tadi pagi nampak sosok binatang monyet di belakang kamar jenazah, monyetnya cukup besar, mungkin lapar mau cari makan, kebetulan samping rumah sakit adalah hutan , karena banyak warga berdatangan untuk melihat monyet tersebut, namun dalam waktu sangat singkat,monyet tersebut menghilang entah kemana perginya “ujarnya.( Eny )
