
Diduga Sungai Tercemar Limbah Pabrik Ubi, Warga Temukan Ikan Mati
Sergai-indoglobenews
Sei Rampah
Pencemaran lingkungan kembali terjadi di Kecamatan Teluk Mengkudu.Diduga Limbah yang berasal dari pabrik pengolahan ubi mengalir ke sungai di Dusun I dan Dusun II, Desa Liberia, Kabupaten Sergai, Senin (19/1/2026).
Mengakibatkan sejumlah ikan ditemukan mati dan sebagian lainnya terlihat mabuk di aliran sungai tersebut,
Ditemui Warga disekitar lokasi sudah mengaku resah atas kondisi sungai yang berubah keruh dan menimbulkan bau tak sedap,
Salah Seorang warga Jumiran(46) warga Dusun II, menyebut peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun kali ini dampaknya dilihat lebih parah karena hampir tidak ditemukan lagi udang maupun ikan hidup yang berada di sungai ini.

“Yang mati Kebanyakan ikan yang mati yaitu ikan pahitan, ikan sepat dan lainnya sudah tidak ada,” ujarnya.
Ia ada menduga matinya ikan ikan ini berasal dari pencemaran aliran sungai dari pembuangan Pabrik Ubi yang berada di hulu sungai yang mungkin membuat ikan-ikan mati mengapung di permukaan air.
Kondisi ini membuat warga khawatir terhadap dampak jangka panjang bagi ekosistem sungai. Selain merugikan ekosistem, pencemaran sungai dinilai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Sementara Kepala Desa Liberia, Syaifuddin di mintai keterangan mengenai dugaan pencemaran aliran sungai ini ia membenarkan adanya laporan terkait adanya dugaan limbah tersebut.
Ia mengatakan pihak desa langsung berkoordinasi dengan aparat terkait setelah menerima informasi dari kepala dusun dan memastikan bahwa pemerintah desa telah mendampingi proses penelusuran yang dilakukan oleh instansi berwenang.

“Tadi sudah turun petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak Kepolisian untuk melihat langsung ke lokasi, begitu dapat laporan dari Kepala Dusun, langsung saya perintahkan untuk mendampingi instansi terkait”, kata Saifuddin saat dikonfirmasi.
Menurut Syaifuddin, hingga saat ini belum dapat dipastikan sumber pasti limbah yang mencemari sungai. Namun, dugaan sementara mengarah ke aliran limbah dari kawasan hulu.
“Gak tau juga dari mana, dugaan kita ya dari sungai yang di samping Alfamart itu ke atas”, kata Saifuddin.
Saat ini kata Saifuddin, bau tak sedap mulai tercium di sekitar permukiman masyarkat, namun dampak jelasnya adalah mati-matinya ikan di sungai tersebut.
“Kalau dampaknya, baunya ya mulai tercium, yang terutama dampaknya itu la ikan di sungai pada mati semua”, pungkasnya.(Tim, M Yamin Nasution)
Sergai-indoglobenews
Sei Rampah
Pencemaran lingkungan kembali terjadi di Kecamatan Teluk Mengkudu.Diduga Limbah yang berasal dari pabrik pengolahan ubi mengalir ke sungai di Dusun I dan Dusun II, Desa Liberia, Kabupaten Sergai, Senin (19/1/2026).
Mengakibatkan sejumlah ikan ditemukan mati dan sebagian lainnya terlihat mabuk di aliran sungai tersebut,
Ditemui Warga disekitar lokasi sudah mengaku resah atas kondisi sungai yang berubah keruh dan menimbulkan bau tak sedap,
Salah Seorang warga Jumiran(46) warga Dusun II, menyebut peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun kali ini dampaknya dilihat lebih parah karena hampir tidak ditemukan lagi udang maupun ikan hidup yang berada di sungai ini ,
“Yang mati Kebanyakan ikan yang mati yaitu ikan pahitan, ikan sepat dan lainnya sudah tidak ada,” ujarnya.
Ia ada menduga matinya ikan ikan ini berasal dari pencemaran aliran sungai dari pembuangan Pabrik Ubi yang berada di hulu sungai yang mungkin membuat ikan-ikan mati mengapung di permukaan air.
Kondisi ini membuat warga khawatir terhadap dampak jangka panjang bagi ekosistem sungai. Selain merugikan ekosistem, pencemaran sungai dinilai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Sementara Kepala Desa Liberia, Syaifuddin di mintai keterangan mengenai dugaan pencemaran aliran sungai ini ia membenarkan adanya laporan terkait adanya dugaan limbah tersebut.
Ia mengatakan pihak desa langsung berkoordinasi dengan aparat terkait setelah menerima informasi dari kepala dusun dan memastikan bahwa pemerintah desa telah mendampingi proses penelusuran yang dilakukan oleh instansi berwenang.
“Tadi sudah turun petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak Kepolisian untuk melihat langsung ke lokasi, begitu dapat laporan dari Kepala Dusun, langsung saya perintahkan untuk mendampingi instansi terkait”, kata Saifuddin saat dikonfirmasi.
Menurut Syaifuddin, hingga saat ini belum dapat dipastikan sumber pasti limbah yang mencemari sungai. Namun, dugaan sementara mengarah ke aliran limbah dari kawasan hulu.
“Gak tau juga dari mana, dugaan kita ya dari sungai yang di samping Alfamart itu ke atas”, kata Saifuddin.
Saat ini kata Saifuddin, bau tak sedap mulai tercium di sekitar permukiman masyarkat, namun dampak jelasnya adalah mati-matinya ikan di sungai tersebut.
“Kalau dampaknya, baunya ya mulai tercium, yang terutama dampaknya itu la ikan di sungai pada mati semua”, pungkasnya.(Tim, M Yamin Nasution)
