
PURWAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta memperkuat pengawasan lingkungan hidup dengan menjadikan kepala desa (kades) sebagai garda terdepan pengawas limbah industri. Langkah strategis ini disosialisasikan dalam pertemuan di Kantor Kecamatan Campaka, Selasa (9/12).
Acara yang dipimpin Kepala DLH Purwakarta Erlan Diansyah itu diikuti 75 peserta dari unsur camat, kades, pelaku usaha, serta perwakilan Polri dan TNI. Fokus sosialisasi adalah wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya, yang mencakup tiga kecamatan padat industri: Campaka, Cibatu, dan Bungursari.
“Para kades di ketiga kecamatan tersebut memegang peran penting dalam mengawasi aktivitas industri, terutama terkait pengelolaan sampah dan limbah,” tegas Erlan Diansyah di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan memastikan semua pihak memahami mekanisme pelaporan dugaan pencemaran dan penyelesaian sengketa lingkungan, serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
Untuk mempermudah aduan masyarakat, DLH Purwakarta bekerja sama dengan Diskominfo setempat menyediakan empat kanal pengaduan melalui platform Ogan Lopian. Sistem ini diharapkan dapat menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat dan tepat.
Dengan langkah ini, DLH Purwakarta berupaya membangun sistem pengawasan lingkungan yang lebih responsif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya di kawasan industri. (IDS)
