
Bandung Barat Indoglobel News-
SDN 2 Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang memiliki enam kelas nampak apik.
Gedung SD bercat putih tersebut baru saja selesai. Bukan dari APBD pembangunannya, tetapi dari Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dengan menyeimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan
Prosesi gunting pita dilakukan Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, Selasa 2 Febuari 2026.Peta Bandung
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kesempatan itu, seperti Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, Wakil Ketua DPRD Pipih Supriati, Ketua Komisi I Sandi Supyandi, Ketua Komisi IV Nur Djualeha, Anggota DPRD KBB Fraksi PKB Bunbun Risnadar, Fraksi PAN Asep Muslim, Fraksi Golkar Asep Miftah, Sekda Bandung Barat Ade Zakir, Kadisdik Asep Dendi lengkap dengan kabidnya serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Heru Budi Purnomo beserta Kabid Aset, Camat Padalarang, Kabag Hukum Asep Sudiro, Kepala Desa Cipendeuy serta pejabat lainnya.
Berlokasi di Kampung Cipeundeuy RT 03 RW 02, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, gedung sekolah berdiri di atas lahan seluas 1.300 meter persegi dilengkapi enam ruang kelas, ruang kepala sekolah, tata usaha, perpustakaan, gudang, musala, serta taman.Investasi Bandung Barat

Fasilitas tersebut menjadikan SDN 2 Cipeundeuy sebagai salah satu sekolah dengan sarana paling representatif di wilayah Padalarang.
“Sekolah ini sebagai wujud komitmen kami dalam mewujudkan akses pendidikan bagi warga KBB,” ujar Jeje.
Jeje menyebutkan, pembangunan Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2025-2029 tertuju pada percepatan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan pemulihan lingkungan.
Prioritas utama meliputi perbaikan jalan, penanganan sampah, penurunan angka kemiskinan, peningkatan sektor pertanian/pariwisata, serta reformasi pendidikan dan kesehatan, sejalan dengan visi mewujudkan daerah yang maju dan berkelanjutan.
Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi berharap, perusahaan lain yang berdiri di KBB bisa menggelontorkan CSR untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Tidak hanya sektor pendidikan, CSR juga bisa digelontorkan untuk sektor lainnya seperti kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan lain sebagainya,” kata Sandi.
Sandi pun mengaku miris, CSR yang digelontor dari sekian banyaknya perusahaan berdiri di KBB, masih sangat sedikit sekali. “Baru 0, sekian persen lah perusahaan yang mau menggelontorkan CSR, padahal itu kewajiban mereka untuk ikut memajukan pembangunan,” pungkas Sandi.
(Diskominfotik)
