
Poto : Bupati Sragen Sigit Pamungkas sampaikan apresiasi kepada BPRS Sukowati,dalam ikut penguatan ekonomi umat Selasa 10/3/2026 dokumen Diskominfo.—————————————-
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi peran BPRS Sukowati Sragen dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat, khususnya melalui layanan keuangan syariah yang mendorong pergerakan ekonomi umat.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara buka bersama pegawai BPRS Sukowati Sragen di Aula Rumah Komunitas Bank Syariah Sragen.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas saat menyampaikan sambutannya menilai misi perbankan syariah sangat mulia karena berupaya mendorong ekonomi umat agar dapat bergerak dalam sistem keuangan formal sehingga memiliki daya saing yang lebih luas.
“Misi bank syariah ini sangat mulia, bagaimana ekonomi umat bisa bergerak dalam sistem keuangan formal sehingga memiliki daya kompetisi di sektor yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BPRS Sukowati yang turut menjadi bagian dari penyalur program pinjaman modal usaha berbunga 0 persen bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sragen.
Program tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sragen untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha produktif tanpa terbebani bunga pinjaman. Penyaluran program ini melibatkan tiga lembaga keuangan daerah, yaitu BPRS Sukowati, Bank Djoko Tingkir, serta BPR BKK Karangmalang.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas program ini perlu diuji coba karena di masyarakat masih banyak praktik pinjaman yang memberatkan, mulai dari rentenir hingga pinjaman online yang justru menjerat warga dalam lingkaran hutang.
“Kita melihat di masyarakat banyak pinjaman yang justru menyulitkan. Karena itu kita inisiasi pinjaman dengan bunga 0 persen untuk masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pinjaman tersebut tidak diperuntukkan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan untuk pengembangan usaha produktif, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Pinjaman ini untuk usaha. Dengan usaha, masyarakat bisa menabung, mengelola keuangan, dan mengembalikan pinjaman dengan baik,” ungkapnya.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas juga mendorong agar masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga mampu berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, masjid perlu mulai merintis amal usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia menilai selama ini masjid lebih banyak menjadi tempat pengumpulan dana dari masyarakat, namun belum banyak yang memiliki usaha mandiri untuk membantu umat yang membutuhkan.
“Masjid harus punya amal usaha. Dengan begitu, ketika ada warga yang kesulitan, sakit, atau membutuhkan bantuan modal usaha, masjid bisa ikut berkontribusi,” ungkapnya.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas berharap ke depan setiap desa memiliki minimal satu masjid yang mempunyai unit usaha mandiri. Bahkan, ia menggagas kemungkinan adanya festival amal usaha masjid sebagai ajang berbagi inspirasi dan pengembangan ekonomi berbasis masjid.
Menurutnya, sejumlah masjid di Kabupaten Sragen sudah mulai merintis berbagai usaha, mulai dari produksi makanan hingga pemanfaatan lahan untuk kegiatan ekonomi produktif
Jurnalis Wahono

