Proyek SPAM di Desa Sekarmojo, Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Total
0
Shares

PASURUAN, INDOGLOBE.NEWS – Proyek Pekerjaan Pembangunan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM), yang bersumber dari APBD senilai Rp.300.000.000, tahun anggaran 2021 Di Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, diduga dikerjakan terkesan asal jadi.

Pekerjaan Pembangunan SPAM ini dibawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pasuruan Bidang Cipta Karya, Pamsimas lll HID MAMA Sebagai pelaksana pembangunan tersebut dikelola oleh KKM SEKARJAYA yang bertujuan untuk prasarana dan Sarana Penyediaan Air Minum Perdesaan yang layak bagi masyarakat Desa.

Berdasarkan hasil pantauan dan informasi yang dihimpun awak Media Indoglobe.news Senen 19/11/2021 saat dilokasi, menemukan bangunan yang pada saat itu sudah hampir selesai, namun bangunan tersebut terlihat banyak yang retak dan bekas sisa besi juga tidak terlihat, salah satu pekerja saat dilokasi menjelaskan, “untuk pembesian sudah habis semua, pean langsung ke balai desa aja mas,” ungkap salah satu pekerja

Kasno selaku perangkat sekaligus ketua KKM saat ditemui untuk menanyakan sisa matrial pembesih untuk bahan pembangunan proyek dan kenapa bangunan baru jadi semua samping bekas cor  banyak yang retak 

“Kalau sisa besi ada dirumah pak kampung mas dan untuk pengecoran yang retak itu waktu mengerjakan turun hujan,”jawab Kasno dengan nada tegang

Saat awak media mencoba menghubungi kepala desa Sekarmojo Rohim, melalui via WhatsApp untuk menanyakan pembangunan Tandon Air (Spam) yang dikerjakan ketua KKM SEKARMOJO

“Saya tidak tahu soal pembangunan itu, saya pasrakan sama masyarakat juga pelaksana. Malah sempat gak pernah kordinasi sama saya tau-tau ya pembangunan hampir selesai dan uangnya sudah habis mas,”Ungkapnya Rohim Dengan nada marah

Menjadi pertanyaan, apakah dalam proses pengerjaannya dikerjakan oleh ahlinya atau tanpa ada pengawasan dari pihak/instansi terkait?…Apa diduga teIah meIakukan ‘penyunatan’ dana anggaran pekerjaan tersebut untuk memperkaya diri  dan keIompok diduga terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.(myd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like