
Poto : Dokumentasi warga menikmati nasi sambel tumpang asli Sragen, di warung makan taman sari.( wahono )
SRAGEN INDOGLOBENEWS .COM – Aroma khas tempe semangit dipastikan bakal menyengat menggugah selera di pusat Bumi Sukowati akhir pekan ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen siap menghentak lewat gelaran Festival Sambel Tumpang Nusantara (FSTN) 2026. Tak main-main, sebanyak 280 peserta bakal memasak massal demi membidik rekor MURI sekaligus meneguhkan identitas Sragen sebagai ibu kota sambel tumpang.
Acara yang dipusatkan di Halaman Kantor Terpadu Pemkab Sragen ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (14–15/2) diharapkan menarik ribuan orang. Lantas 280 peserta yang terlibat bukan tanpa makna, jumlah tersebut merepresentasikan usia Kabupaten Sragen yang ke-280 tahun ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, dr. Hargiyanto, menegaskan bahwa festival ini adalah jembatan rindu bagi para perantau sekaligus misi edukasi bagi generasi muda. “Setiap orang Sragen yang merantau pasti mencari sambel tumpang saat pulang. Namun, kita ingin ini tidak berhenti di generasi tua saja. Gen Z dan Gen Alpha juga harus menggemarinya,” ujar Hargiyanto.
Menariknya, Hargiyanto yang juga berlatar belakang medis, menyisipkan misi kesehatan dalam piring-piring sambel tumpang yang disajikan. Ia ingin menghapus stigma bahwa makanan tradisional kurang higienis. Melalui keterlibatan Dinas Kesehatan, setiap sajian dipastikan memenuhi standar sanitasi yang ketat.

“Kita akan tampilkan informasi nilai gizi. Ada protein dari tempe dan tahu, hingga keseimbangan gizi dari tambahan babat dan sayuran. Jadi, makan sambel tumpang itu bukan cuma kenyang, tapi sehat dan higienis. Tidak perlu takut keracunan karena prosesnya dipantau,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Udayanti Proborini menambahkan bahwa FSTN 2026 akan menjadi pesta rakyat yang inklusif. Selain lomba memasak dan pengejaran rekor MURI, masyarakat bisa menikmati bazar kuliner dengan harga sangat terjangkau.
“Bahkan pada sesi tertentu, kami sediakan pembagian gratis. Kami ingin masyarakat merasakan langsung kehangatan kuliner asli kita,” kata Udayanti.
Sisi hiburan pun tak luput dari perhatian. Project Manager FSTN 2026, Irfan Prastyo, menjelaskan bahwa festival ini akan diramaikan oleh penampilan seni budaya, pelajar SMA, hingga musisi nasional. Semua dikemas untuk mendukung UMKM lokal agar roda ekonomi desa bergerak naik.
Dengan kolaborasi lintas sektor dari Puskesmas, kecamatan, hingga Desa di Sragen optimistis sambel tumpang akan sejajar dengan kuliner ikonik nusantara lainnya. ( Wah )
