
SRAGEN INDOGLOBENEWS .COM.– Dunia pendidikan di Kabupaten Sragen kini memasuki babak baru dengan diluncurkannya J-One Digital School Management System (DSMS). Inovasi yang digawangi oleh M. Shoim Hikmawan dari SMP N 1 Jenar ini menjadi lompatan besar dalam manajemen sekolah berbasis teknologi, menjawab tantangan era digital dengan solusi yang komprehensif dan terintegrasi.
DSMS bukan sekadar perangkat lunak biasa; ia adalah ekosistem digital yang dirancang untuk mendukung seluruh operasional sekolah secara efisien, transparan, dan modern. Dengan antarmuka yang ramah pengguna, sistem ini dapat dengan mudah dioperasikan oleh guru, siswa, orang tua, hingga staf administrasi, bahkan tanpa keahlian teknis yang tinggi. Modul-modul penting seperti manajemen siswa, staf, keuangan, kelas, dan akademik, semuanya terangkum dalam satu platform.
“DSMS hadir bukan hanya sebagai digitalisasi data sekolah, tetapi sebagai jembatan transformasi manajemen pendidikan menuju arah yang lebih sistematis, akuntabel, dan real-time,” jelas Shoim, sang inisiator dengan bangga.
Lantas terobosan ini Mengubah Cara Sekolah Bekerja. Keunggulan J-One DSMS yakni membawa serangkaian perubahan fundamental dan keunggulan yang menjadikannya terobosan nyata.
Seperti Digitalisasi Administrasi, Menggantikan proses manual yang rentan kesalahan menjadi otomatis dan efisien, membebaskan waktu berharga untuk fokus pada kualitas pembelajaran. Pembelajaran Berbasis Data dengan mudah Guru dapat memantau performa siswa secara real-time, memungkinkan pemberian umpan balik cepat dan bantuan yang tepat sasaran, mendorong peningkatan hasil belajar.

Kemudian Komunikasi Terintegrasi, Orang tua, guru, dan siswa kini terhubung langsung melalui fitur komunikasi internal, memperkuat keterlibatan keluarga dalam setiap langkah pendidikan anak.
Kelebihan lainnya yakni Keamanan Data Tingkat Lanjut. Dengan sistem otorisasi dan otentikasi yang kuat, informasi penting sekolah dan data pribadi terjaga aman dan terkendali.
Kemudian Integrasi Sistem Menyeluruh. DSMS dapat disambungkan dengan sistem perpustakaan, keuangan sekolah, dan pengelolaan aset, menciptakan satu ekosistem digital pendidikan yang harmonis.
“Tujuan utama inovasi ini sangat jelas, meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan data sekolah, mendorong transparansi informasi, dan mempercepat proses layanan pendidikan berbasis digital secara menyeluruh,” terangnya.
Sejauh ini manfaatnya sudah dirasakan berbagai pihak. Yakni Sekolah menjadi lebih efisien dan produktif. Guru terbantu dalam memantau kemajuan siswa dan menyusun evaluasi. Orang tua memiliki akses langsung terhadap perkembangan anak mereka. Transparansi dan akuntabilitas data meningkat signifikan.
J-One DSMS membuktikan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan daerah bukan lagi sekadar wacana. Ini adalah sistem nyata yang memberikan dampak langsung bagi pengelolaan pendidikan, menjawab tantangan zaman, dan membuka peluang bagi kemajuan pendidikan daerah agar lebih kompetitif di era digital global.(Wah)
