
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan bertema “Stop Silent Treatment” yang digelar di Alun-Alun Langen Putro, Kabupaten Sragen pada Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ibu dan diikuti berbagai unsur masyarakat sejak pukul 06.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Sragen Suroto, Ketua PKK Kabupaten Sragen Linda Sigit Pamungkas, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen dr. Hargiyanto. Turut hadir sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah, kepala bagian, camat se-Kabupaten Sragen, dan seluruh panitia peringatan Hari Ibu.
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini menekankan pentingnya pencegahan kekerasan dalam lingkup keluarga maupun ruang sosial. Melalui tema “Stop Silent Treatment”, Pemkab Sragen mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kekerasan psikologis yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, namun sering kali tidak disadari.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sragen Linda Sigit Pamungkas menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak memiliki sejarah panjang dalam kehidupan manusia. Ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu merupakan bentuk pengakuan atas keberadaan dan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
“Kampanye ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana penyadaran bersama. Kekerasan bukan hanya soal fisik dan seksual, tetapi juga kekerasn psikologis yang sering tidak kita sadari,” ujar Linda.
Linda menjalaskan bahwa kekerasan psikologis kerap luput dari perhatian, baik oleh korban maupun pelaku, sehingga banyak kasus tidak terungkap. Padahal, sikap sederhana seperti mengabaikan, tidak menghargai, atau memberii perlakuan diam dapat berdampak besar pada kondisi mental seseorang.
“Penghargaan, senyuman, dan apresiasi dalam keluarga sangat penting. Kebahagiaan perempuan akan berpengaruh langsung pada keharmonisan keluarga,” tambahnya.
Ia juga menyinggung tantangan kekerasan psikologis di ruang digital. Menurutnya, masyarakat perlu membangun kesadaran bahwa nilai dan sikap seseorang jauh lebih penting dibandingkan penampilan fisik semata.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menekankan pentingnya keseimbangan peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Ia mengibaratkan keduanya sebagai dua sayap yang saling menopang.
“Laki-laki dan perempuan adalah dua kepak sayap dari seekor merpati. Jika salah satunya tidak berjalan dengan baik, maka merpati tidak akan bisa terbang tinggi,” ungkap Sigit.
Melalui Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan ini, Pemerintah Kabupaten Sragen berharap dengan dukungan seleuruh elemen masyarakat, kesadaran terhadap berbagai bentuk kekerasan semakin meningkat.*( Eny)
