
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Balai Desa Jambangan, Kecamatan Mondokan, tampak berbeda dari biasanya pada Sabtu (14/3/2026) Ratusan warga, didominasi oleh ibu-ibu, berkumpul dengan antusias. Bukan tanpa alasan, kehadiran mereka adalah untuk menyambut kolaborasi kemanusiaan yang dihadirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sektor perbankan daerah.
Melalui sinergi apik antara Biro BUMD dan BLUD SETDA Provinsi Jawa Tengah, serta didukung penuh oleh program CSR PT BPR BKK Karangmalang (Perseroda), gelaran “Gerakan Pasar Murah & Pemeriksaan Kesehatan Gratis” sukses dilaksanakan.
Bantu Ringankan Beban Ekonomi Warga
Kegiatan ini menyalurkan sedikitnya 600 paket sembako murah yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Tak hanya urusan dapur, kesehatan warga pun menjadi prioritas dengan dibukanya posko pemeriksaan kesehatan gratis di lokasi yang sama.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya perwakilan Biro BUMD Prov Jateng, Bapak Jarot Mulyawan, perwakilan BLUD, Ariadi Wibowo, serta Direktur Utama BPR BKK Karangmalang, H. Raji. Kehadiran Camat Mondokan, Bapak Ancil Sudarto, bersama jajaran Forkopimcam menambah kekhidmatan acara yang berlangsung tertibini
.

Komitmen Nyata dari Sektor Perbankan
Dalam suasana yang penuh keakraban tersebut, Direktur Bisnis BPR BKK Karangmalang, Sriyadi, menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat Sragen.
“Kami di BPR BKK Karangmalang percaya bahwa bisnis yang sehat tumbuh di tengah masyarakat yang sejahtera. Lewat 600 paket sembako dan layanan kesehatan ini, kami ingin hadir langsung menyentuh kebutuhan dasar warga Desa Jambangan. Ini adalah bukti nyata bahwa CSR kami berorientasi pada kemanfaatan publik,” ujar Sriyadi di sela-sela kegiatan.
Senyum sumringah terpancar dari wajah para warga yang pulang membawa paket sembako. Selain mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, mereka juga mendapatkan konsultasi medis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Langkah kolaboratif antara birokrasi provinsi dan perusahaan daerah ini diharapkan menjadi pemantik bagi wilayah lain di Jawa Tengah untuk terus menggalakkan program serupa, demi terwujudnya masyarakat yang tangguh secara ekonomi dan sehat secara fisik. ( BiMush )

