
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Pihak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Banaran akhirnya angkat bicara terkait kabar viral yang menyudutkan mereka. Pengelola secara tegas membantah tudingan tidak beretika dan mengungkap fakta mengejutkan soal permintaan kompensasi miliaran rupiah dari pemilik kandang babi.
Pengelola Dapur MBG Banaran, Aan Yuliatmoko, mengaku terkejut dengan narasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola telah melakukan kulon nuwun (permisi) sebanyak dua kali sebelum pembangunan dimulai. Bahkan, mediasi yang melibatkan Danramil, perangkat desa, hingga bayan sudah pernah dilakukan.
“Kami ini orang Jawa, sudah dua kali sowan. Sebelum bongkar bangunan lama sudah izin, sebelum bangun juga sudah izin. Justru kami yang surprise, dalam mediasi, pemilik kandang minta kompensasi Rp 2 miliar hanya untuk pindah kandang. Lalu turun ke Rp 1,5 miliar, dan kabarnya sekarang Rp 1 m. Itu nilai fantastis bagi kami yang baru memulai usaha,” ungkap Aan kepada awak media.

Padahal, menurut Aan, pemilik kandang sempat menyatakan memang berniat relokasi karena sudah membeli lahan di pinggir Bengawan Solo. “Kami niatnya baik, mau bantu semampu kami. Mau bantu bangun kandang baru atau apa, ayo. Tapi kalau diminta miliaran, salah saya apa? Kami menjalankan program pemerintah untuk kepentingan masyarakat luas, merekrut warga sini juga,” tambahnya.
Terkait tudingan pembuangan limbah dapur ke lahan warga, Aan juga memberikan klarifikasi. Dia menjelaskan bahwa SPPG telah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang jalurnya dialirkan menuju drainase trotoar jalan raya, bukan ke lahan belakang.
“Kami tetap terbuka untuk mediasi, Kami ini juga rakyat yang ingin menyukseskan program MBG,” pungkasnya.
Dia menuturkan Hingga saat ini, pihak Satgas MBG telah turun tangan untuk mendinginkan suasana. Agar program nasional tersebut tetap berjalan tanpa mengabaikan warga. (Wah)
