
Sergai-indoglobenews
Sei Rampah
Hasil penilaian Tauwas Care (Platform digital) dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menempatkan peringkat ke 3 dari sepuluh besar tingkat Sumatera Utara (Sumut) untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah yang berlokasi di Jalan Lintas Medan-Tebing Tinggi di Dusun VI Desa Sei Rampah Kec. Sei Rampah Kab. Serdang Bedagai (Sergai) dengan nilai 100 hasil sangat baik dipertanyakan berbagai pihak.
Pasalnya sejumlah pihak menyatakan bahwa dapur SPPG Sei Rampah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak layak baik dari segi ukuran bangunan hanya bangunan rumah toko (ruko) dua pintu sehingga tidak standard juga dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibawah standard.
Selain itu bangunan SPPG Sei Rampah persis dipinggir Jalinsum Medan -Tebing Tinggi sehingga tidak ada pagar bangunan.
Salah satunya Pengamat Sosial Sergai Syaifuddin SE (foto) yang juga Dewan Pendidikan Sergai yang sebelumnya sempat meminta BGN mengevaluasi izin operasional SPPG Sei Rampah kepada Wartawan, Rabu (18/2) di Sei Rampah, kembali mempertanyakan hasil penilaian Tauwas Care dari BGN yang menempatkan peringkat ke 3 dari sepuluh besar tingkat Sumut untuk dapur SPPG Sei Rampah.
” Darimana predikat terbaiknya jika secara fisik saja sudah tidak layak, luas bangunan yang tidak standard, IPALnya juga dibawah standard dan disalurkan ke drainase umum pinggir jalan, halaman sempit dan pagar bangunan SPPG tidak ada”, ungkap Syaifuddin.
Belum lagi lanjutnya, jika dilihat dari menu, bahkan selama ini setiap pagi kerap tampak tumpukan sampah dan keranjang di depan SPPG sehingga terkesan tampak kumuh, sehingga dari sisi higienis dan kesehatan juga dipertanyakan.
” Kepada Lembaga penilai jangan menerima laporan diatas kertas saja, tapi turun dan tinjau langsung kondisi sebenarnya, begitu juga kepada Satgas BGN Sergai dan Sumut, juga Koorwil BGN Wilayah Sergai dan Sumut untuk melihat langsung kondisi SPPG Sei Rampah, untuk dikaji ulang izin operasionalnya”, pungkas Syaifuddin.

Jangan gara-gara satu dua dapur SPPG yang tidak layak ujar Syaifuddin, terlebih mendapat penilaian tidak sesuai fakta, sehingga merusak citra SPPG lainnya yang bangunannya sesuai standard yang ada di Kab. Sergai.
Sebelumnya Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Sergai, Reza Firmansyah yang di konfirmasi, Rabu pagi di Sei Rampah terkait SPPG Sei Rampah mengatakan pihaknya telah mengunjungi SPPG Sei Rampah melakukan pengecekan terhadap IPALnya, kemarin (Kamis) dan hasilnya IPAL SPPG Sei Rampah dibawah standard.
” Pihak SPPG Sei Rampah juga tampak mulai melakukan pembenahan dengan penambahan kolam pengolahan limbah, sebagai bentuk pembinaan pihak kita memberikan tengang waktu selama 6 hari, namun dalam waktu dekat akan kembali kita cek”, sebut Reza Firmansyah.
Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol yang dikonfirmasi via layanan WhatsApp, Rabu (18/2) sore terkait hasil penilaian Tauwas Care BGN yang menempatkan SPPG Sei Rampah peringkat ke 3 dari sepuluh besar tingkat Sumut dengan nilai 100 hasil sangat baik, apa yang menjadi dasar penilaian tersebut.
Serta terkait perkembangan tenggang waktu yang diberikan pihak Dinas Perwakim Lingkungan Hidup Sergai untuk penambahan/perbaikan kolam IPAL SPPG Sei Rampah hingga Rabu malam sekira pukul 19:15 WIB, Kepala SPPG Sei Rampah belum membalas.
Koordinator BGN Wilayah Sergai Nurhasanah Ritonga yang di konfirmasi terkait SPPG Sei Rampah yang masuk 10 besar Tauwas Care menyampaikan pihaknya menjelaskan bahwa penilaian tersebut dilakukan langsung oleh Tim Pemantauan dan Pengawasan BGN Pusat berdasarkan rapor yang disubmit Kepala SPPG setiap bulan.
Indikator yang dinilai sebutnya, meliputi keamanan pangan, mutu gizi, kualitas produksi, keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan (K3L), serta kelengkapan dokumentasi dan sertifikasi.
” Sebagai Korwil, saya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan hasil penilaian tersebut. Jika di lapangan masih terdapat kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi dan pembinaan agar kondisi faktual benar-benar selaras dengan laporan yang disampaikan”, terang Nurhasanah(M Yamin Nasution)
