
Karanganyar INDOGLOBENEWS.COM-Seorang petani penyadap getah karet dilaporkan hilang secara misterius di area perkebunan karet wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Rabu (18/2/2026) siang.
Hingga sore hari, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan tim gabungan.
Korban diketahui bernama Saraswanto (35), warga Desa Nglegok. Berdasarkan keterangan saksi, ia terakhir terlihat mengenakan kaos biru lengan panjang saat berangkat bekerja sekitar pukul 05.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa korban bekerja sebagai penyadap di area perkebunan karet milik PT Perkebunan Nusantara Regional 3, tepatnya di Afdeling Karanggadungan, Hansa C Blok 2008, wilayahnya Karangnongko, Telukan RT 02 RW 08, Desa Nglegok.
“Sekitar pukul 10.00 WIB korban seharusnya sudah menyetorkan hasil sadapan seperti pekerja lainnya. Namun hingga waktu tersebut, yang bersangkutan tidak kunjung datang ke titik kumpul,” ujar Hendro.
Rekan-rekan korban yang telah menyelesaikan setoran mulai merasa curiga.

Pencarian awal dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh karyawan perkebunan bersama warga sekitar, menyisir jalur-jalur sadap dan area semak di sekitar blok kebun.
Namun hingga siang hari, hasilnya masih nihil.
Pada pukul 15.00 WIB, tim BPBD bersama sekitar 12 personel relawan turun langsung untuk memperluas radius pencarian. Tim gabungan menyisir titik-titik yang diduga menjadi jalur aktivitas korban, termasuk area lereng dan saluran air di sekitar lokasi kerja.
BPBD juga menerima informasi bahwa korban memiliki riwayat gangguan kesehatan, sehingga pencarian difokuskan pada lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat korban beristirahat atau mengalami kondisi darurat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan penyisiran intensif di area perkebunan serta lokasi sekitar yang memungkinkan menjadi jalur pergerakan korban.
Aparat mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Saraswanto agar segera melapor kepada petugas terdekat demi mempercepat proses pencarian.(Hs)
