
Boyolali INDOGLOBENEWS.COM— Kesedihan mendalam menyelimuti rumah duka di Dukuh Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jumat (30/1/2026).
Purwanto (38), seorang perantau yang selama bertahun-tahun bekerja di Pulau Kalimantan, pulang ke kampung halaman bukan untuk melepas rindu, melainkan mengantarkan anak keduanya ke peristirahatan terakhir.
Sekitar pukul 11.45 WIB, sebuah mobil hitam berpelat nomor L 1312 ACR berhenti di depan rumah keluarga Purwanto. Beberapa orang turun lebih dulu, disusul Purwanto yang keluar terakhir dalam kondisi lemas dan tak kuasa berdiri.
Dengan mengenakan kaus putih, celana selutut, dan tanpa alas kaki, ia harus dibopong warga menuju rumah duka.
Tangis Purwanto pecah sesaat setelah memasuki halaman rumah. Ia bahkan sempat ambruk sambil terus memanggil nama anaknya. Isak tangis pelayat pun ikut pecah melihat kondisi sang ayah yang kehilangan buah hati.
“Anakku, anakku,” teriak Purwanto lirih di tengah tangisnya.
Anak Purwanto berinisial AO (6) meninggal dunia dalam peristiwa dugaan perampokan dengan kekerasan yang terjadi di rumah korban pada Kamis (29/1/2026) sore.
Sementara istri Purwanto berinisial D (33) mengalami luka parah di bagian leher akibat senjata tajam dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
Keluarga korban, Ngatirin, mengatakan D saat ini dirawat di RSUD Simo. Sementara jenazah AO sebelumnya telah diautopsi di RS Dr. Moewardi Solo.
“Autopsi dilakukan semalam. Jenazah sampai di rumah duka sekitar pukul 01.00 WIB,” ujar Ngatirin.
Rencananya, jenazah AO dimakamkan di permakaman setempat pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya diberitakan, dugaan pencurian dengan kekerasan terjadi di rumah korban di Dukuh Pengkol, Karanggede, sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyampaikan peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh satu orang pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran.
“Terduga pelaku masih dalam penyelidikan. Tim Satreskrim Polres Boyolali dibantu Jatanras Polda Jawa Tengah terus melakukan pendalaman dan pengejaran,” ujarnya.
Kepala Dusun Pengkol, Sarjono, menjelaskan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh kakak ipar korban yang datang ke rumah. Saat itu, D ditemukan dalam kondisi bersimbah darah sambil berteriak meminta tolong agar anaknya diselamatkan.
“Korban anak ditemukan di dekat bak mandi dalam kondisi basah dan sudah meninggal dunia,” kata Sarjono.
Ia menambahkan, saat kejadian anak pertama korban berinisial CF (11) sedang mengaji di rumah neneknya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.
Sementara Purwanto diketahui berada di Singkawang, Kalimantan Barat, bekerja sebagai penjual tongseng dan sate kambing Solo, usaha yang telah ia jalani selama belasan tahun.(HS)
