
Medan, 9 Maret 2026 – Ketua Tim Relawan pendukung pasangan Rico–Zaki pada Pilkada Kota Medan, Donald Panggabean, meminta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk segera mengevaluasi kinerja Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan rekayasa dokumen Panitia Peneliti Kontrak (PPK) yang berkaitan dengan proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, yang saat ini disebut tengah dalam proses penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
Menurut Donald, jika dugaan tersebut benar terjadi, hal itu dikhawatirkan dapat mencoreng citra pemerintahan Wali Kota Medan di mata masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan apabila benar terjadi dugaan rekayasa dokumen kontrak dalam proyek tersebut. Hal seperti ini tentu dapat merusak citra Wali Kota Medan di mata masyarakat,” ujar Donald Panggabean saat ditemui wartawan di Gedung Press Conference Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (9/3/2026).
Donald yang juga merupakan Ketua Forum Wartawan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Forwaka) menegaskan pihaknya mendukung langkah aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan tersebut secara transparan.
Ia menilai, proses penegakan hukum penting dilakukan agar persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami akan mengawal dan mendukung langkah tegas Kejaksaan terkait dugaan pemalsuan dokumen kontrak tersebut,” katanya.
Selain dugaan rekayasa dokumen, Donald juga menyoroti sejumlah persoalan lain yang belakangan terjadi di lingkungan Dinas Perkim Cikataru Kota Medan yang dipimpin John Ester Lase.
Ia menyebut berbagai polemik yang mencuat, mulai dari persoalan pembongkaran papan reklame yang sempat memicu kericuhan, konflik dengan warga Komplek Contempo Regency, hingga isu terkait pengangkatan pejabat di lingkungan dinas tersebut.
Selain itu, beberapa persoalan terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta kabar persaingan proyek di lingkungan dinas juga turut menjadi perhatian.
“Banyak persoalan yang muncul sejak dinas tersebut dipimpin oleh kepala dinas saat ini. Karena itu kami meminta Wali Kota Medan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Donald menegaskan bahwa sikap kritis yang disampaikan relawan bukan bertujuan menjatuhkan pemerintahan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kepemimpinan Wali Kota Medan.
Ia mengingatkan bahwa para relawan telah berjuang memenangkan pasangan Rico–Zaki pada Pilkada Kota Medan tanpa pamrih.
“Kami sayang Pak Wali Kota Medan. Kami ikut berjuang memenangkan beliau pada Pilkada lalu tanpa pamrih, bahkan bergerak dengan biaya sendiri secara kolektif,” katanya.
Menurutnya, relawan tidak ingin nama baik Wali Kota Medan tercemar akibat tindakan oknum yang dinilai tidak menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Wajar jika kami tidak ingin nama baik Wali Kota tercemar oleh oknum-oknum yang tidak menjaga kinerja dan integritas,” ujarnya.
Donald juga mengajak seluruh tim relawan pendukung Rico–Zaki pada Pilkada Kota Medan untuk kembali aktif mengawasi jalannya pembangunan di Kota Medan.
Menurutnya, peran relawan tidak hanya berhenti pada momentum pemilihan kepala daerah, tetapi juga perlu berlanjut dalam bentuk pengawasan dan dukungan terhadap pembangunan kota.
“Kami mengajak seluruh relawan untuk ikut mengawal pembangunan di Kota Medan serta mengingatkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar program pembangunan berjalan demi kesejahteraan masyarakat.
Apabila harus dengan Aksi damai, untuk mengingatkan Walikota dan seluruh jajaran OPD yang ada di Kota Medan bahwa kami para Relawan pernah ada dan tetap ada, Relawan Pendukung Rico-Zaki yang tergabung di Prabowo 2 Periode Sumut (P2P) Siap untuk turun ke jalan, ” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Cikataru Kota Medan John Ester Lase telah dikonfirmasi oleh awak media terkait dugaan rekayasa dokumen Panitia Peneliti Kontrak (PPK). Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

