
SRAGEN INDOGLOBENEWS .COM –Luar biasa gebrakan baru Pemerintah Kabupaten Sragen membuka Seleksi Nasional (Seleknas) Program Magang ke Jepang Tahun 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang siap bersaing untuk mendapatkan kesempatan magang di Negeri Sakura Jepang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, menyampaikan pelaksanaan seleksi berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 April 2026.
Adapun materi seleksi meliputi matematika dasar, kesemaptaan, ketahanan fisik, serta wawancara. Total peserta sebanyak 294 orang, dengan 155 peserta berasal dari Sragen, dan 92 di antaranya merupakan peserta pelatihan gratis yang dibiayai Pemkab Sragen,” jelas Rina Wijaya
Dalam sambutannya Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menekankan bahwa keberanian mengikuti program magang ke Jepang merupakan langkah awal menuju perubahan hidup yang lebih baik.
“Yang terpenting dari proses ini adalah semangat untuk berubah, semangat meningkatkan kualitas hidup. Tidak semua orang berani mengambil kesempatan ini, sehingga kalian sudah menjadi pemenang di tahap awal,” tegasnya

Dirinya juga berpesan agar para peserta tetap menjaga semangat dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh.
“Tetap semangat mengikuti rangkaian seleksi, jaga diri, jaga kesehatan, dan tunjukkan yang terbaik agar bisa menimba pengalaman di Jepang. Jangan pernah merasa rendah diri. Jika terpilih, syukuri dan jaga nama baik keluarga, bangsa, dan negara. Jika belum lolos, jangan patah semangat, masih ada kesempatan di waktu dan tempat lain,” tegasnya.
Nakamura perwakilan International Manpower Development Organization Japan, menyampaikan program magang di Indonesia telah berjalan lebih dari 30 tahun, dengan ribuan peserta yang saat ini berada di Jepang.
“Peserta dari Indonesia mendapatkan penilaian yang sangat baik dibanding negara lain. Kalian harus menjaga kepercayaan ini dengan menunjukkan sikap yang baik dan etos kerja yang tinggi,” ungkapnya.
Nakamura juga menekankan pentingnya sikap proaktif serta pemahaman terhadap program magang sebagai bekal utama selama berada di Jepang.

“Tujuan utama kalian adalah belajar sebanyak mungkin, terutama etos kerja di Jepang,” imbuh Takamura
Sedangkan Perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Mardian Syah, menjelaskan program pemagangan ke Jepang merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja.
“Program ini tidak hanya menguji fisik dan mental, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan komitmen. Banyak lulusan program ini yang telah berkontribusi bagi bangsa,” jelasnya.
Ia berharap melalui program tersebut akan lahir generasi muda yang terampil, disiplin, dan berintegritas tinggi, serta mampu menjadi duta bangsa di kancah internasional.
“Jaga semangat, berikan yang terbaik, dan tunjukkan bahwa pemuda Indonesia adalah tenaga kerja yang unggul, terampil, dan berkarakter,” pungkas Mardian Syah.( Eny )
