
Bandung Barat Indoglobe News-
Dalam sambutannya, Bupati Jeje Ritchie menegaskan bahwa pembangunan RPH ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) dan higienitas yang semakin dibutuhkan masyarakat modern. Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap pangan Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), keberadaan RPH berstandar menjadi sebuah keharusan.
RPH tersebut dirancang dengan alur yang memenuhi prosedur lengkap, mulai dari penerimaan hewan, pemeriksaan ante mortem, proses penyembelihan, hingga pemeriksaan post mortem. Bupati menekankan bahwa fasilitas ini menjadi bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memastikan mutu hasil ternak yang beredar di pasaran.
Jeje Ritchie menyampaikan bahwa keberadaan RPH tidak hanya menjawab kebutuhan teknis, melainkan juga memperkuat daya saing sektor peternakan di Bandung Barat. Melalui proses pemotongan yang terstandar, peternak diharapkan memperoleh nilai tambah lebih baik, pelaku usaha mendapatkan layanan yang lebih profesional, serta rantai pasok pangan hewani dapat berjalan lebih tertata dan efisien.

“Pembangunan RPH ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen banyak pihak,” ujarnya. Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, para tenaga teknis, serta seluruh unsur pemerintah dan mitra terkait yang terlibat dalam pembangunan fasilitas tersebut.
Bupati juga menegaskan bahwa RPH ini ke depannya harus menjadi contoh pelayanan publik yang modern, transparan, aman, ramah lingkungan, profesional, serta mengedepankan peran dokter hewan dan sistem sanitasi berkelanjutan. Ia mengajak kelompok peternak dan pelaku usaha untuk turut mendukung operasional RPH demi membangun sistem pangan hewani yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Menutup sambutannya, Jeje Ritchie membacakan pantun:
Ke Padalarang beli masakan,
Naik kereta cepat kursinya enakeun.
RPH KBB siap digunakan,
Bandung Barat amanah, gaskeun!
(Diskominfotik KBB)
