
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM.– SMP Negeri 1 Gesi, Sragen, berinovasi dengan meluncurkan POS SPENSI (Presensi Online Siswa Spensi), sebuah sistem presensi digital yang memanfaatkan Google Form dan Microsite (s.id). Inovasi ini bertujuan untuk mencatat kehadiran siswa secara lebih efisien, akurat, dan transparan.
Transformasi dari sistem manual ke digital ini didasari kebutuhan akan pencatatan yang cepat dan minim kesalahan. Dengan POS SPENSI, guru tidak perlu lagi mencatat kehadiran di buku absen konvensional yang memakan waktu dan rentan hilang.
Proses presensi kini hanya memerlukan gadget dan koneksi internet, membuat data kehadiran siswa terekam otomatis dan dapat dipantau kapan saja. Data juga tersimpan digital dan terintegrasi dalam spreadsheet, memudahkan rekapitulasi dan laporan.
Didid Nur Widayanto, S.Kom., guru sekaligus pencetus inovasi ini, menjelaskan bahwa POS SPENSI lahir dari semangat digitalisasi pendidikan tanpa membebani anggaran sekolah. “Kami ingin sistem yang bisa diterapkan cepat, mudah digunakan, tanpa harus membuat aplikasi rumit,” ujarnya.
“POS SPENSI hadir sebagai solusi presensi murah meriah tapi efektif, dengan memaksimalkan perangkat yang sudah ada.” Ujarnya.
Lebih dari sekadar alat absensi, POS SPENSI juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan siswa. Dengan pencatatan presensi secara real-time, guru dan wali kelas dapat segera menindaklanjuti jika ada siswa yang tidak hadir tanpa keterangan.
Hal ini juga memungkinkan orang tua terlibat lebih aktif dalam mengawasi kehadiran anak.
Sistem ini menawarkan efisiensi tinggi karena tidak memerlukan biaya tambahan, mudah digunakan oleh guru, dan langsung dapat diakses tenaga kependidikan. Selain itu, model ini berpotensi besar untuk direplikasi oleh sekolah-sekolah lain dengan infrastruktur minimal. “Inovasi ini bukan soal alat, tapi soal niat,” tambah Didid. “
POS SPENSI membuktikan bahwa presensi pun bisa jadi bagian dari pendidikan karakter, lewat kedisiplinan dan keterbukaan informasi. Dengan hadirnya POS SPENSI, SMPN 1 Gesi tidak hanya melangkah ke era digital, tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap efisiensi dan akuntabilitas pendidikan.
Jurnalis : wahono.
