
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM— Dalam rangka memperkuat kesadaran masyarakat terkait pentingnya layanan HIV, Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (1/12/2025).
Kegiatan ini turut menyoroti penguatan layanan dan upaya pengurangan stigma sebagai bagian dari komitmen menuju target Ending HIV/AIDS tahun 2030.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen, Haryoto WA, menjelaskan situasi HIV diy Kabupaten Sragen sejak tahun 2000. Ia menerangkan secara kumulatif tercatat 2.343 kasus yang tersebar di 20 kecamatan, dengan 1.961 orang masih hidup. Dari jumlah tersebut, 1.211 orang (62%) telah terdampingi dan menjalani pengobatan, dan 839 (60%) di antaranya menerima terapi ARV. Sebanyak 497 (75%) orang telah mencapai status tidak terdeteksi lagi atau sembuh.
“Realisasi Sragen hari ini baru mencapai 62:60:75. Kita masih punya waktu lima tahun hingga 2030 untuk mengejar 95:95:95. Kami mengapresiasi jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas yang terus memperkuat upaya deteksi dini, terutama bagi calon pengantin. Target ini tidak jauh lagi angkanya,” ujarnya.
Menguatkan penyampaian tersebut, Wakil Bupati Sragen Suroto menekankan percepatan ending HIV/AIDS membutuhkan program komprehensif dari pencegahan hingga mitigasi dampak.
“Dalam upaya percepatan target Ending HIV 2030, Sragen terus memperluas deteksi dini bagi ibu hamil dan calon pengantin. Ini bagian dari penguatan layanan dari hulu hingga hilir melalui program pencegahan, dukungan, dan pengobatan,” kata Suroto.
Sebagai tindak lanjut, Wabup Suroto mengajak seluruh pihak bersinergi mendukung langkah pemerintah dalam penanganan HIV.
“Saya mengajak semua unsur dari tenaga kesehatan, PKK, hingga lembaga terkait untuk bersama meningkatkan layanan, memperluas edukasi, dan turut mendukung langkah menuju Ending HIV 2030,” ajaknya.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah turut menyerahkan berbagai bentuk bantuan kepada 35 Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA), meliputi Tabungan Pendidikan dari GNOTA Sragen, paket peralatan sekolah dan perlengkapan ibadah, bantuan sembako bagi orang tua atau pendamping ADHA dari Baznas Sragen, paket Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) dari PMI Sragen, serta bantuan peningkatan gizi anak berupa susu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen sebagai wujud komitmen bersama mendukung tumbuh kembang dan keberlanjutan hidup mereka.( Eny)
