
SRAGEN INDOGLOBENEWS.COM – Pengeboran sumur air tanah oleh PDAM Tirto Negoro Sragen di Dusun Sundo Asri Kelurahan Banaran, Kecamatan Sambungmacan menuai penolakan dari warga, Kamis ( 09/04/2026).
Purwadi ketua RT.19 mewakili warga Sundo Asri menyampaikan bahwa proyek pengeboran air yang dikerjakan oleh CV. BUDI KARYA CIPTA Semarang dengan anggaran dana Rp. 676.987.100,- Tahun Anggaran 2026 tersebut kurang sosialisasi dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan terutama terhadap air lokal yang selama ini menjadi tumpuan warga untuk pengairan sawah dan kebutuhan harian mereka.
Selain faktor lingkungan, warga juga menyoroti minimnya sosialisasi. Sebagian besar warga mengaku tidak pernah mendapat penjelasan langsung tentang rencana proyek, lokasi pengeboran maupun dampak yang akan timbul.
Warga khawatir bahwa pengeboran sumur akan kekhawatiran dampak lingkungan, terutama penurunan debit air tanah atau kekeringan sumur warga. ” Kami tidak ingin sumber air kami berkurang, sedangkan lokasi pengeboran berada sekitar 500 meter dari sumur bor milik PDAM yang sudah ada. ” kata Purwadi.

Ia juga menambahkan bahwa awal mulanya lahan yang akan di pakai untuk sumur bor tersebut milik Sarju, warga Desa Banaran dijual kepada PDAM Tirto Negoro Sragen seharga Rp. 600 juta dan transaksi itu terjadi sebelum ramadhan dengan uang muka Rp. 10 juta. Untuk pelunasan akan diberikan ketika pengerjaan sumur bor sudah berhasil.
“PDAM harus mendengarkan aspirasi warga dan tidak hanya memikirkan kepentingan sendiri, karena kedalaman sumur bor bisa mencapai 150 meter sedangkan sumur di lahan warga hanya sekitar 40 meter ” Ujar Hariyadi. Warga yang juga ikut menolak proyek tersebut.
Erik, salah satu pekerja pelaksana proyek pengeboran sumur saat ditemui awak media, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu secara detail perihal proyek pengeboran ini dihentikan. Alat pengeboran yang sempat didatangkan ke lokasi baru dioperasikan pengeboran sedalam 6 meter saja.
Dirut PDAM Tirto Negoro Hanindyo Heru Prayitno.ST saat di hubungi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp centang biru, hingga berita ini diturunkan tak ada respon terkait pengeboran tersebut.
Jurnalis : BiMush
