
SRAGEN INDOGLOBENEWS .COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sragen tahun ini terasa jauh lebih istimewa dan religius. Pasalnya, hari jadi Sragen ke 280 ini jatuh bersamaan dengan perayaan Hari Raya Iduladha.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyebut momen langka ini sebagai berkah yang luar biasa bagi seluruh lapisan masyarakat. Berdampingannya dua momen besar ini diharapkan mampu menjadi pemantik solidaritas yang lebih kuat antarwarga.
“Kita anggap momen hari ulang tahun pada tahun ini sebagai hari ulang tahun yang penuh barokah. Karena bertepatan dengan Iduladha, di mana itu adalah hari yang membahagiakan bagi umat Islam,” ujar Sigit saat ditemui ketika mengantar kurban sapi di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo Selasa (26/5/2026)
Bupati berharap, esensi Iduladha yang mengajarkan keikhlasan dan berbagi dapat diimplementasikan untuk membangun daerah. “Semoga barokah ini bisa juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Sragen untuk saling berbagi, membangun solidaritas, dan dari semua kerumitan aktivitas dunia, senantiasa ingat pada Allah SWT,” tambahnya.
Untuk menandai momen penuh barokah ini, Pemkab Sragen memfokuskan penyaluran bantuan hewan kurban ke wilayah-wilayah pinggiran yang membutuhkan atensi khusus. Secara simbolis, Bupati memilih dua desa yang merepresentasikan batas geografis Sragen, yakni Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri di ujung utara dan Desa Jetis di Kecamatan Sambirejo ujung selatan.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Sigit, pemilihan dua lokasi ekstrem tersebut membawa pesan filosofis yang mendalam tentang persatuan. “Dua tempat ini kita ingin menyimbolkan dua ujung yang saling terhubung. Dua ujung ini kita ikat dalam semangat rela berkorban untuk bersama-sama membangun Sragen,” jelasnya.
Komitmen Pemerataan Hewan Kurban
Menanggapi fenomena menumpuknya hewan kurban di wilayah perkotaan, Bupati Sigit mengakui bahwa masih banyak daerah di pelosok Sragen yang minim pasokan hewan kurban dan membutuhkan perhatian serupa setiap tahunnya.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan pemerataan distribusi agar berkah Iduladha tidak tersentralisasi di kota saja. Sistem giliran pun diterapkan agar asas keadilan manfaat dapat dirasakan oleh warga di desa-desa terpencil.
“Iya, ini kita gantian ya. Jadi memang kita juga ada beberapa tempat, ada yang saya bagi kambing, ada yang bagi sapi,” pungkas Sigit.
Melalui momentum ganda ini, Bupati berharap silaturahmi masyarakat Sragen semakin erat demi mewujudkan visi daerah, Sragen membangun bersama, Sragen maju bersama, dan Sragen sejahtera bersama. (Eny+)
