
BANDUNG BARAT Indoglobe News
– Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam peresmian proyek penataan Rest Area Ciater sekaligus meninjau tugu perbatasan wilayah Lembang–Subang, Rabu (4/5).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bandung dan Bupati Subang. Kehadiran para kepala daerah ini menjadi wujud sinergi lintas wilayah dalam mendorong pembangunan infrastruktur serta pengembangan potensi pariwisata di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya.

Peresmian penataan Rest Area Ciater dan peninjauan kawasan perbatasan tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas publik, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi wilayah serta mendengarkan aspirasi masyarakat.
Di sela-sela kegiatan, Gubernur Jawa Barat bersama Bupati Bandung Barat menyempatkan diri menyapa warga yang antusias menyampaikan berbagai keluhan dan harapan. Bahkan, Bupati Jeje Ritchie Ismail menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan perhatian langsung kepada salah seorang warga yang tengah mengalami sakit.

Bupati Jeje menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah daerah tetangga.
Menurutnya, sinergi antarpemerintah daerah sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan, khususnya perbaikan infrastruktur jalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Kolaborasi lintas daerah dan dukungan penuh dari Pemprov Jabar menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan, mulai dari sektor pariwisata, infrastruktur jalan, hingga peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat,” ujar Jeje.

Ia berharap, melalui kerja sama yang semakin kuat, berbagai persoalan pembangunan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran.
Penataan Rest Area Ciater dan kawasan perbatasan Lembang–Subang diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan representatif. Selain meningkatkan daya tarik wisata, pembenahan tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta kelancaran mobilitas warga dan wisatawan.
Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat (Urip).
