
SRAGEN INDOGLOBENEWS .COM– Antrean panjang, pencatatan manual yang rentan kesalahan, dan kerumitan menelusuri data buku kini tinggal kenangan di perpustakaan SMP Negeri 1 Gemolong. Sekolah ini, berlokasi di Kabupaten Sragen, meluncurkan sebuah terobosan signifikan dengan mengadopsi teknologi RFID (Radio Frequency Identification) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan perpustakaan. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam menjawab tantangan layanan pendidikan abad ke-21.
Berangkat dari masalah klasik perpustakaan konvensional, SMPN 1 Gemolong bertransformasi digital dengan mengintegrasikan sistem informasi perpustakaan berbasis web, SLIMS (Senayan Library Management System). Ini membuat pengelolaan koleksi dan transaksi jadi lebih terpusat dan akurat. Proses peminjaman buku yang tadinya manual, kini cukup dengan sekali pindai barcode, menghemat waktu dan mengurangi potensi kesalahan data.
Namun, inovasi tak berhenti di situ. Dengan penggunaan kartu RFID sebagai kartu anggota, proses presensi siswa ke perpustakaan kini berjalan otomatis. Ke depannya, teknologi RFID ini juga akan diperluas untuk mempercepat proses peminjaman dan pengembalian buku.

Iramawati, S.Pd., Kepala Perpustakaan sekaligus inisiator inovasi ini, menegaskan pentingnya langkah strategis ini. “Kami tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga membangun budaya literasi digital di lingkungan sekolah,” ujarnya. “Dengan RFID, siswa bisa lebih cepat mengakses buku, pustakawan lebih mudah memantau transaksi, dan semua kegiatan terekam secara otomatis dan akurat.”
Manfaatnya pun sudah dirasakan banyak pihak. Siswa kini tak perlu lagi buang waktu menunggu lama, membuat pengalaman meminjam buku jadi lebih nyaman. Bagi para pustakawan, beban administrasi yang repetitif berkurang drastis, memberi mereka lebih banyak waktu untuk fokus pada kegiatan literasi lainnya.
Selain itu, sistem informasi terpusat memudahkan sekolah dalam membuat laporan, memantau koleksi, dan merancang program literasi berbasis data. Perpustakaan bukan lagi sekadar pelengkap, tapi menjelma menjadi pusat aktivitas belajar yang mendukung peningkatan prestasi akademik siswa.
Perpaduan teknologi RFID, sistem barcode, dan SLIMS menjadikan SMPN 1 Gemolong sebagai salah satu pelopor digitalisasi perpustakaan di tingkat sekolah menengah pertama di Sragen. Ini bukan hanya menjawab kebutuhan internal sekolah, tapi juga turut serta dalam mendukung strategi inovasi nasional.
Jurnalis wahono.
