
Sergai-indoglobenews
PERBAUNGAN –
Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Dr. H. Adlin Tambunan menyalurkan bantuan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang disalurkan melalui aspirasi Anggota DPR RI Komisi VIII, H. Ashari Tambunan, kepada para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai telah mengalami peningkatan kesejahteraan dan mulai mampu keluar dari kondisi ekonomi rentan.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) agar tidak terus bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu meningkatkan taraf kehidupan melalui kegiatan ekonomi produktif dan usaha mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Adlin Tambunan menyampaikan apresiasi kepada para penerima manfaat yang telah menunjukkan kemauan dan keberanian untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya. Menurutnya, keberhasilan program bantuan sosial tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan kepada masyarakat, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat untuk secara bertahap menjadi mandiri.
Adlin mengatakan, bantuan pemberdayaan sosial ekonomi yang diberikan pemerintah melalui Kemensos RI diharapkan dapat menjadi modal awal bagi penerima untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha yang sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing.
“Bantuan ini kami harapkan dapat digunakan untuk hal-hal yang produktif. Jangan sampai bantuan yang diterima hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang menghasilkan dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Adlin, Kamis (22/10/2026).

Ia menambahkan, para penerima bantuan yang telah berhasil meningkatkan kondisi ekonominya diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi keluarga penerima PKH lainnya.
Menurutnya, proses menuju kemandirian memang membutuhkan waktu, kemauan dan kerja keras. Namun, ketika masyarakat memiliki tekad untuk berusaha, dukungan pemerintah dapat menjadi penguat agar mereka mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
“Bapak dan ibu yang hari ini menerima bantuan merupakan contoh bahwa penerima PKH juga bisa mandiri. Mudah-mudahan keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi penerima PKH lainnya untuk terus berusaha, sehingga pada waktunya nanti juga mampu keluar dari kepesertaan bantuan sosial karena sudah sejahtera,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wabup Adlin mengingatkan agar bantuan yang diterima benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan diarahkan untuk kegiatan yang dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga. Bantuan tersebut, katanya, dapat digunakan untuk mengembangkan usaha rumahan, menambah peralatan usaha, memenuhi kebutuhan produksi maupun mendukung kegiatan ekonomi lainnya sesuai dengan ketentuan program.

Ia juga mengajak para penerima manfaat untuk tidak mudah menyerah dalam menjalankan usaha. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, lanjutnya, akan terus berupaya membangun sinergi dengan pemerintah pusat, DPR RI, pendamping sosial serta berbagai pihak dalam rangka memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
“Yang paling penting adalah semangat untuk berubah. Pemerintah memberikan dukungan, tetapi keberhasilan akhirnya sangat bergantung pada kemauan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Wabup Adlin Tambunan kembali menegaskan bahwa keberhasilan 426 penerima PKH yang secara mandiri memilih keluar dari kepesertaan merupakan sebuah capaian positif yang harus terus didorong.
Ia berharap para penerima yang telah memiliki usaha dapat terus mengembangkan usahanya secara konsisten sehingga mampu membuka peluang ekonomi baru, bahkan jika memungkinkan dapat membantu masyarakat lain di lingkungan sekitarnya.

“Kalau sebelumnya menerima bantuan, kemudian hari ini sudah mampu berdiri sendiri, itu adalah sebuah keberhasilan. Kita berharap usaha yang sudah dimulai dapat terus berkembang. Jangan berhenti sampai di sini,” tutur Adlin.
Ia juga mengajak seluruh elemen terkait untuk terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai.
Menurutnya, program perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan program pemberdayaan ekonomi. Masyarakat yang membutuhkan perlindungan harus tetap mendapatkan bantuan sesuai ketentuan, sementara mereka yang sudah memiliki kemampuan untuk berkembang harus diberikan ruang, pendampingan dan kesempatan agar dapat menjadi keluarga yang mandiri.
“Bantuan sosial harus kita lihat sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Ketika masyarakat sudah mampu, maka kita dorong agar semakin mandiri. Inilah yang kita harapkan bersama,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Kemensos melalui aspirasi Anggota DPR RI Komisi VIII Ashari Tambunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima. Lebih dari sekadar bantuan, program ini diharapkan menjadi stimulus bagi keluarga penerima manfaat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
Dengan semangat pemberdayaan dan kemandirian, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai terus mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungannya.
Keberhasilan ratusan penerima PKH yang secara mandiri telah keluar dari kepesertaan karena kondisi ekonominya mulai membaik menjadi bukti bahwa dengan pendampingan, kemauan dan kerja keras, keluarga penerima manfaat dapat secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera.
Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Serdang Bedagai, Dewi, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat lebih dari 20 ribu keluarga yang masih tercatat sebagai penerima berbagai bantuan sosial di Kabupaten Serdang Bedagai.

Namun demikian, di tengah jumlah penerima yang masih cukup besar tersebut, terdapat perkembangan positif yang patut diapresiasi. Dewi menyebutkan, sekitar 426 penerima PKH secara mandiri telah mengundurkan diri dari kepesertaan PKH setelah mengalami peningkatan kondisi ekonomi.
Menurut Dewi, para penerima yang mengundurkan diri tersebut bukan semata-mata karena tidak lagi membutuhkan perhatian pemerintah, tetapi karena mereka telah mulai mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri dan memiliki sumber penghasilan sendiri.
“Dari sekitar 20 ribuan penerima bansos, ada sekitar 426 penerima PKH yang secara mandiri mengundurkan diri sebagai penerima PKH. Mereka sekarang mulai memiliki usaha skala rumahan dan kondisi ekonominya mulai membaik,” jelas Dewi.
Ia menilai, kondisi tersebut merupakan salah satu indikator bahwa proses pendampingan dan pemberdayaan terhadap keluarga penerima manfaat mulai menunjukkan hasil. KPM yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi rentan secara bertahap mampu meningkatkan kapasitas dan pendapatan keluarganya.
Dewi berharap semakin banyak penerima PKH yang memiliki semangat untuk meningkatkan kesejahteraan dan pada akhirnya mampu melakukan graduasi mandiri dari program bantuan sosial.
Menurutnya, pendamping PKH tidak hanya bertugas memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan agar keluarga penerima manfaat memiliki kesadaran untuk meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.
“Harapan kita tentunya semakin banyak penerima PKH yang bisa mandiri. Mereka yang sudah berhasil ini mudah-mudahan menjadi motivasi bagi KPM lainnya bahwa bantuan sosial bukan untuk membuat masyarakat bergantung, tetapi menjadi bagian dari proses untuk membantu keluarga keluar dari kondisi sulit dan menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.(M Yamin Nasution)
