
Sukabumi, Indoglobe News
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 3 Sektor Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya menangani kebakaran, petugas damkar juga siap membantu warga menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk melepaskan perhiasan yang sulit dibuka.
Seperti yang terjadi pada Minggu (11/10/2026), seorang warga bernama Elah bersama suaminya mendatangi Pos 3 Sektor Cicurug untuk meminta bantuan petugas melepaskan anting yang terpasang di kedua telinganya. Anting tersebut sudah berkarat dan sulit dilepas hingga menyebabkan telinganya membengkak.

Menanggapi permintaan tersebut, petugas damkar segera memberikan bantuan dengan penuh kesabaran dan profesionalisme. Berkat penanganan yang hati-hati, kedua anting akhirnya berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan rasa sakit, sehingga Elah merasa lega.
Elah dan suaminya diketahui berasal dari Kampung Cisarua, Desa Wangunjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Keduanya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada petugas damkar atas pelayanan yang diberikan hingga proses pelepasan anting berhasil dilakukan.
Menariknya, bantuan tersebut bukan kali pertama dirasakan keluarga Elah. Beberapa waktu sebelumnya, anaknya juga pernah meminta bantuan petugas damkar untuk melepaskan cincin yang sulit dibuka.
Damkar Siap Layani Berbagai Kondisi Darurat
Komandan Damkar Pos 3 Sektor Cicurug, Hasan Basri, menjelaskan bahwa permintaan bantuan untuk melepaskan perhiasan, seperti cincin dan anting, cukup sering diterima oleh petugas.

Menurutnya, pelayanan damkar tidak terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga mencakup berbagai bentuk pertolongan dan penyelamatan yang dibutuhkan masyarakat.
“Banyak, Pak. Ada laporan mengenai cincin, anting, dan sebagainya. Kami siap melayani kejadian-kejadian seperti itu,” ujar Hasan Basri saat memberikan keterangan.
Ia menjelaskan, tugas pemadam kebakaran mencakup tiga bidang utama, yakni pencegahan, pemadaman, serta penyelamatan. Penanganan perhiasan yang sulit dilepas, evakuasi hewan, hingga penanganan pohon tumbang termasuk dalam lingkup pelayanan penyelamatan yang dilakukan petugas.
Hasan juga menegaskan bahwa pelayanan damkar tidak dibatasi oleh wilayah administratif semata. Pihaknya tetap siap membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan meskipun berasal dari luar Kecamatan Cicurug.

“Undang-undang pemerintahan tidak membatasi kami hanya untuk wilayah sendiri. Jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk dari luar daerah, kami siap membantu. Bahkan, jika ada permintaan dari Bogor, kami juga siap sesuai mekanisme dan kerja sama yang berlaku,” jelasnya.
Imbauan kepada Masyarakat pada Musim Kemarau
Selain menjelaskan pelayanan penyelamatan, Hasan Basri juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Ia mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta segera menghubungi petugas damkar terdekat apabila menghadapi situasi darurat, termasuk ketika menemukan ular berbisa di lingkungan tempat tinggal.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, terutama pada musim kemarau. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Jika menemukan ular berbisa atau membutuhkan bantuan penyelamatan lainnya, silakan menghubungi damkar terdekat, khususnya Pos 3 Sektor Cicurug. Kami siap membantu,” pungkasnya.
Pelayanan yang diberikan Damkar Pos 3 Sektor Cicurug tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan petugas pemadam kebakaran memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, tidak hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga ketika warga menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Melalui pelayanan yang humanis, sigap, dan profesional, damkar diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
(Yayat Herdiansyah)
