
Sukabumi, Idoglobe news.
Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Anggota MPR RI, Ribka Tjiptaning Proletariyati, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung GICC Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang merupakan kerja sama antara MPR RI dan Yayasan Waluya Sejati Abadi tersebut diikuti oleh peserta dari BBRP Sukabumi, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Jaenudin, dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan, Yudi Suryadikrama.
Dalam kesempatan itu, Ribka menjelaskan bahwa kegiatan di Cicurug merupakan salah satu dari rangkaian sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah dan komunitas di Sukabumi sepanjang tahun 2026.
“Sebelumnya sosialisasi sudah dilakukan di berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, mahasiswa kesehatan, buruh, komunitas tukang becak, pengemudi ojek, kader posyandu hingga berbagai kelompok masyarakat lainnya. Ke depan kegiatan ini juga akan menyasar komunitas nelayan dan kelompok masyarakat lainnya,” ujarnya.

Menurut Ribka, sosialisasi Empat Pilar MPR RI perlu terus dilakukan sebagai upaya mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Meskipun nilai-nilai kebangsaan sudah diajarkan sejak sekolah, tetapi harus terus diingatkan. Jangan sampai muncul lagi pemikiran yang membeda-bedakan masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, atau golongan tertentu,” katanya.
Dalam pemaparannya, Ribka menekankan bahwa Indonesia dibangun atas keberagaman yang harus dijaga bersama. Ia mencontohkan bahwa dalam kehidupan berbangsa, masyarakat tidak boleh terjebak pada sikap yang mengkotak-kotakkan identitas.
“Kita ini orang Indonesia. Jangan lagi melihat perbedaan suku, agama, atau daerah asal. Semua warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai kondisi kebhinekaan di Kabupaten Sukabumi, Ribka menilai masyarakat Sukabumi sudah cukup dewasa dalam menyikapi perbedaan. Selama lebih dari dua dekade menjadi wakil rakyat di daerah tersebut, ia merasakan kuatnya sikap toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Saya bukan orang Sunda dan bukan beragama Islam, tetapi bisa diterima selama lebih dari 20 tahun di Sukabumi. Artinya masyarakat sudah sangat terbuka. Yang perlu diwaspadai justru pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu dan mencoba memecah belah masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat saat ini lebih melihat kinerja dan manfaat nyata yang diberikan seorang pemimpin daripada latar belakang suku maupun agamanya.
Pada akhir kegiatan, Ribka menyampaikan pesan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi agar terus menjaga persatuan dan fokus menghadapi tantangan yang sesungguhnya.
“Lawan kita bukan perbedaan ras, agama, maupun suku. Lawan kita adalah kebodohan dan kemiskinan. Karena itu masyarakat harus terus meningkatkan pendidikan, menjaga kesehatan, dan memperkuat persatuan untuk membangun Sukabumi yang lebih maju,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat serta menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
(Y.Herdiansyah).
